3 Dosa di Dunia Pendidikan Menurut Nadiem Makarim

0
13
Nadiem Makarim
3 Dosa di Dunia Pendidikan Menurut Nadiem Makarim

elahan.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan perihal tiga dosa dalam dunia pendidikan. Tiga dosa tersebut adalah intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan atau bullying.

“Satu adalah radikalisme yang diajarkan kepada anak-anak kita. Kedua adalah kekerasan seksual, dan ketiga adalah kekerasan yaitu bullying,” kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

“Ini tiga dosa yang buat saya tidak bisa diterima sama sekali,” tambahnya.

Nadiem mengatakan akan mencari formula bagaimana mengatasi tiga persoalan tersebut. Ia akan mengajak kementerian lain, termasuk pemerintah daerah untuk merumuskan solusi. Menurut Nadiem, langkah yang perlu dilakukan bukan cuma penguatan karakter, imbauan, atau pelatihan, melainkan juga sanksi yang tegas. Nadiem mengatakan bahwa seharusnya ada tindakan tegas yang bisa dilakukan di setiap jenjang terhadap tiga dosa di dalam dunia pendidikan ini.

“Ini bisa terjadi antara dewasa-anak, antara anak, dan lain-lain. Ini yang saya secara pribadi merasa harusnya tidak ada toleransi sama sekali untuk tiga dosa ini,” imbuhnya.

Nadiem menekankan tiga dosa tersebut tidak bisa dicegah hanya dengan penguatan karakter peserta didik.  “Saya sangat setuju bahwa nggak bisa hal-hal yang negatif ini hanya dilakukan dengan penguatan karakter. Harus ada tindakan tegas. Harus ada konsekuensi yang sangat berat bagi pelaku yang bisa disebut dosa-dosa di sekolah kita,” sebut Nadiem.

“Apakah saya punya kekuatan atau kemampuan sebagai Kemdikbud untuk menanganinya? Mungkin. Tapi harus kami kaji dulu,” sambung dia.

Sebelumnya, kasus perundungan atau bullying yang belakang terjadi dan menyita perhatian masyarakat dialami pelajar SMP di Malang, MS (13). MS diduga menjadi korban kekerasan atau perundungan oleh tujuh teman sekolahnya. MS diangkat dan dijatuhkan ke paving oleh tujuh temannya. Jari MS pun terpaksa diamputasi karena perundungan itu.

Mantan CEO Gojek itu mengakui dia memang belum tentu bisa menyelesaikan masalah intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan yang masih marak terjadi di dunia pendidikan. Namun dia meminta sikapnya menyangkut tiga persoalan itu tak diragukan.

“Secara pribadi jangan ada yang pernah meragukan apa posisi saya mengenai tiga dosa itu. Itu udah kartu merah harusnya,” ujar Nadiem.

Ihwal kekerasan seksual, Nadiem Makarim mengatakan selama ini sudah ada beberapa peraturan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Namun dia mendapat masukan dari sejumlah organisasi masyarakat bahwa penegakan hukumnya tak berjalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here