4 Fakta Menarik Setelah Satu Tahun Kematian Jamal Khasshoggi

0
13
Pelanggaran HAM Jamal Khasshoggi
Kematian Jamal Khasshoggi masih menjadi misteri

elahan.com, Jamal Khasshoggi lahir pada 13 Oktober 1958. Ia merupakan wartawan Saudi, kolumnis Washington Post, penulis, serta mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al Arab News Channel. Ia dikenal atas kontribusinya untuk Al Watan di dunia Internasional.

Pada 18 September 2017 Khasshoggi mengungsi dari Arab Saudi. Sejak itulah ia rutin menulis artikel yang mengkritik negaranya sendiri. Orang yang paling sering ia kritisi adalah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman yang merupakan pemimpin de facto Arab Saudi.

Pada 2 Oktober 2018, Khashoggi ditahan di konsultat Saudi di Istanbul. Saat itu Ia datang untuk mengurus dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahannya dengan tunangannya. Banyak yang percaya bahwa Khashoggi disiksa secara brutal selama beberapa hari. Dia dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul  oleh 15 orang tim pembunuh yang diterbangkan dari Arab Saudi. Penyiksaannya direkam, lalu jenazahnya dimutilasi dan dikeluarkan dari konsulat secara diam-diam.

Pada 19 Oktober 2018, Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah tewas di dalam konsulatnya. Mereka mengklaim bahwa pertikaian dengan Khashoggi menghasilkan perkelahian yang berujung kematiannya. Banyak pihak yang menduga bahwa otak dari pembunuhan atas pria berusia 59 tahun tersebut adalah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman. Negara Arab Saudi juga mendapatkan teguran dari PBB karena dianggap lari dari tanggung jawab atas kematian Jamal Khassoggi. Kasus ini menjadi kasus pelanggaran hak asasi manusia yang paling banyak disoroti. Jelang setahun kasus kematian Jamal Khasshoggi, banyak fakta-fakta menarik dari misteri motif pembunuhan ini.

Berikut 4 Fakta Menarik Setelah Satu Tahun Kematian Jamal Khasshoggi, yaitu:

1. Keterlibatan Putra Mahkota

Mohammed bin Salman (MBS) adalah Putra Mahkota yang memegang kekuasaan secara de facto di Arab Saudi. Sebagai pemimpin Kerajaan Arab Saudi, MBS sangat dicurigai sebagai dalang pembunuhan terhadap Jamal Khasshoggi. Apalagi Khasshoggi sebagai kolumnis Washington Post yang sering mengkritisi kepemimpinannya. Namun, MBS menyangkal telah menjadi orang yang memerintahkan pembunuhan wartawan senior tersebut.

Mohammed bin Salman mengaku bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan yang terjadi. Dia menyebut pembunuhan Khashoggi adalah sebuah kesalahan dan akan berusaha agar kejadian ini tidak terulang lagi. Dia juga beralasan bahwa ada tiga juta pekerja di Kerajaan Arab Saudi dan mustahil baginya membaca laporan kerja semua pegawainya di setiap hari. Dalam wawancara CBS untuk tayangan 60 Minutes, Putera Raja Salman mengatakan akan  bertanggung jawab atas pembunuhan yang dilakukan oleh sejumlah individu yang bekerja untuk Kerajaan.

Meskipun berkali-kali mengelak sebagai dalang pembunuhan, tetap saja sejumlah negara barat bahkan Badan mata-mata Amerika Serikat CIA sangat yakin bahwa Mohammed bin Salman telah memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi.

2. Kematian Pengawal Raja Salman

Mayor Jenderal Abdulaziz al-Faghm  adalah pengawal Raja Salman. Meninggal pada 28 September 2019 di kota Jeddah Barat diduga memiliki sangkut paut dengan pembunuhan Jamal Khashoggi. Al-Faghm diduga menyimpan informasi penting.

Al-Faghm dikenal sebagai tongkat berjalan oleh orang dalam kerajaan karena dipandang sebagai pengawal paling terpercaya Raja Salman dan sering terlihat di sisinya. Selain itu,  Mayor Jenderal Abdulaziz al-Faghm  juga terkenal di kalangan orang Saudi, banyak pejabat yang bercerita tentang sosoknya di media sosial untuk mengenang kebaikannya. Seperti, Menteri Kesehatan Tawfiq al-Rabiah Penasihat Dewan Majelis Kerajaan Turki al-Sheikh.

Kematian Al-Faghm dipicu oleh perselisihan pribadi menurut laporan Al-Ekhbariya. Namun televisi negara tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut. Sedangkan kronologi yang dikatakan oleh Pejabat kantor berita Saudi Press Agency (SPA) adalah al-Faghm sedang mengunjungi seorang teman ketika seorang kenalan yaitu Mamdouh al Ali memasuki kediaman. Pembicaraan antara al-Faghm dan Ali memanas, kemudian…Ali meninggalkan rumah. Namun Ali kembali datang dengan membawa senjata dan menembaki al-Faghm. Dua lainnya yang di sekitar rumah juga ikut terluka. al-Faghm sempat dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya tidak dapat tertolong akibat luka-lukanya.

Penyelidikan telah diluncurkan. Menurut laporan SPA, Ali kemudian tewas baku tembak ketika tersangka menolak untuk menyerah. Lima personel keamanan pun terluka akibat insiden tersebut. Kematian pengawal Raja Salman sangat mengejutkan 30 juta penduduk Arab Saudi. Sebab negara Saudi memiliki tingkat kejahatan senjata yang rendah dan terpidana pembunuhan dapat dihukum mati.

Kasus Jamal Khasshoggi
Siapakah dalang dari pembunuhan Jamal Khasshoggi?

3. Pembelaan Putra Jamal Khassoggi

Salah Khashoggi adalah putra wartawan senior Arab Saudi Jamal Khashoggi. Pada peringatan setahun setelah kematian ayahnya, Salah menyatakan membela Kerajaan Arab Saudi atas kematian ayahnya di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Salah menuliskan cuitan ditwitter pribadinya pada 30 September 2019. Ia menuliskan bahwa kasus kematian ayahnya telah dieksploitasi oleh pihak oposisi dan musuh-musuh di Timur dan Barat untuk merusak Arab Saudi. Ia juga menuliskan tidak terima bahwa memori tentang ayahnya dan kasus kematiannya dimanfaatkan untuk merusak negaranya.

Pada 1 Oktober 2019 pernyataan Salah yang dikutip dari aljazeera.com mengatakan bahwa dia sangat yakin pada sistem peradilan Kerajaan Arab Saudi. Salah juga percaya pada kemampuan Riyadh dalam menegakkan keadilan untuk membongkar siapa dalang kejahatan pembunuhan ayahnya. Selain itu, juga dikatakan bahwa kubu oposisi telah berupaya mengeksploitasi kasus ini.    

Namun banyak pihak yang mencurigai hal ini. Karena pada 1 April 2019, The Washington Post pernah memberitakan bahwa anak-anak Khashogi dibayar ribuan dolar per bulan oleh otoritas Arab Saudi. Mereka juga telah menerima rumah mewah bernilai jutaan dolar.

Bukan itu saja sebulan setelah kematian ayahnya, beredar sebuah foto yang menggambarkan Salah sedang bersalaman dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto yang viral tersebut oleh banyak ahli dinilai bahwa Salah memperlihatkan ekspresi kesedihan dan kecaman.

4. Terbukanya pintu impunitas

Agnes Callamard adalah Penyidik PBB yang menyatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) sedang mencoba memperbaiki citranya. Menurut Callamard, MBS sedang menciptakan sebuah jarak antara dirinya dari tuduhan tindak kriminalitas pembunuhan itu. Dia membebaskan diri dengan menciptakan lapis demi lapis aktor dan institusi yang akan melindunginya. Pernyataan ini dikutip 1 Oktober 2019 dari reuters.com.

Sebuah laporan pada Juni 2019 menyebutkan bahwa Callamard telah menemukan bukti kredibel yang membutuhkan investigasi lebih lanjut. Bukti tersebut mengarah kepada Putra Mahkota dan sejumlah pejabat senior termasuk penasehat Kerajaan Arab Saudi Saud al-Qahtani sebagai pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Kekhawatiran Callamard adalah bila negara-negara di dunia tidak juga merespon pembunuhan Jamal Khashoggi dengan sepatutnya, maka ini akan membuka pintu impunitas. Terutama terhadap suara-suara kritis yang independen. Callamard juga mengatakan MBS menggunakan negara untuk bertanggung jawab atas kasus ini. Hal ini berdasarkan pengakuan secara implicit MBS bahwa setidaknya pembunuhan itu adalah pembunuhan negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here