4 Hal Mengenai Taman Maju Bersama yang Harus Diketahui

0
10
Taman Maju Bersama di Jakarta
Taman Maju Bersama di Jakarta akan dibangun sebanyak 53

Elahan.com, Akan ada 53 Taman Maju Bersama di Jakarta pada akhir Desember 2019 nanti. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan taman ini berjumlah Rp 130 miliar.

1. Apa itu Taman Maju Bersama?

Konsep taman ini adalah membangun sebanyak mungkin ruang terbuka hijau (RTH) dengan mengutamakan ruang interaksi antarwarga. Sehingga dalam setiap pembangunannya harus melibatkan komunikasi dengan warga agar kebutuhan sosial masyarakat terpenuhi. Selain menjadi ruang interaksi, taman ini haruslah menjadi resapan air agar tidak langsung ke saluran air kota.

Kebutuhan-kebutuhan seperti lapangan olahraga, ampiteater untuk sanggar tari atau silat, misalnya, akan disediakan agar apa yang dibutuhkan masyarakat bisa terpenuhi.

2. Progresnya sudah 80 persen

Menurut Kepala Seksi Perencanaan Pertamanan, Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Hendrianto, pada Kamis, 15 Agustus 2019, sudah ada 15 taman yang progresnya hampir 80 persen. Tiga taman di Jakarta Barat, tiga di Jakarta Timur, empat di Jakarta Utara, dan sisanya di Jakarta Selatan. Taman yang paling banyak memang pembangunan yang paling banyak karena merupakan lahan potensi terbesar. Sedangkan wilayah Jakarta Pusat memang dipastikan tidak akan ada pembangunan.

Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun 53 taman tersebut lebih dari 27 hektare.

3. Perbaiki Kualitas Udara dengan Bangun Taman

Taman Maju Bersama
53 Taman Maju Bersama akan dibangun

Langkah membangun 53 taman ini adalah upaya untuk mengendalikan kualitas udara di Jakarta berdasarkan instruksi Gubernur Nomor 66/2019.

Bahkan Anies merencanakan pembangunan 50 TMB setiap tahun. Sehingga di tahun 2020 dapat terwujud pembangunan 200 taman dengan total 2.00.000 tanaman yang terdiri dari 500.000 pohon serta 1.500.000 tanaman hias.

4. Beda TMB dengan RPTRA

Taman Maju Bersama (TMB) berbeda dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Perbedaannya terletak pada partisipasi masyarakat mengelola ruang publik.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa TMB memungkinkan masyarakat agar terlibat aktif mengelola ruang terbuka yang digunakan untuk berbagai kegiatan bermasyarakat.

TMB merupakan program yang digagas oleh Anies-Sandi, sedangkan RPTRA merupakan program dari pemerintahan DKI sebelumnya, Ahok, dengan fungsi yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here