4 Kasus Korupsi Terbesar Di Indonesia yang Menyita Perhatian

0
8
Kasus Korupsi
Ada sejumlah kasus korupsi terbesar di Indonesia yang sangat merugikan negara hingga triliunan rupiah.

elahan.com, Korupsi merupakan salah satu penyakit di setiap negara karena sangat merugikan. Di Indonesia, penanganan kasus korupsi pun kian hari menunjukan ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pengungkapan kasus korupsi oleh lembaga antirusuah yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak didirikan pada 2002.

Ada sejumlah kasus korupsi di Indonesia yang berhasil diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Mulai dari yang jumlahnya sedikit hingga kasus korupsi terbesar di Indonesia yang nilainya bisa mencapai raturan triliun rupiah dan sangat merugikan negara. Apa saja kasusnya? Berikut adalah kasus korupsi terbesar di Indonesia dengan jumlah kerugian negara yang mencengangkan.

Korupsi Kotawaringan Timur

Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil mengungkap kasus korupsi Kotawaringin Timur dan menetapkan Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi sebagai tersangka korupsi terkait pemberian izin tambang pada tahun 2019.

Diketahui Supian menguntungkan diri sendiri dan korporasi dalam pemberian Izin Usaha Pertamabangan (IUP) kepada tuga perusahaan yaitu PT. Fajar Mentaya Abadi, PT. Billy Indonesia, dan PT. Aries Iron Maining pada periode 2010 hingga 2015.

Dari perbuatannya ini negara mengalami kerupgian hingga Rp 5,8 triliun. Kerugian negara ini dihitung dari hasil eksplorasi pertambangan bauksit serta kerusakan lingkungan akibat pertambangan yang dilakukan tiga perusahaan tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian Indonesian Corruption Watch (ICW) menyebut jika kasus Bupati Kotawaringin Timur ini menjadi salah satu kasus terbesar yang pernah ditangani oleh KPK.

Kasus Korupsi Dana BLBI

Komisi Pemberantasan Korupsi  mengungkap kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Syafruddin A, Tumenggung yang merugikan negara hingga Rp 3,7 triliun. Kasus yang membelit sejumlah petinggi negara dan perusahaan besar dari 2017 ini masih bergulir.

Diketahui BLBI merupakan program pinjaman dari Bank Indonesia yang diberikan kepada sejumlah bank yang mengalami masalah pembayaran kewajiban ketika menghadapi krisi moneter 1998. Bank yang telah mengembalikan bantuan ini akan mendapatkan Surat Keterangan Lunas (SKL), akan tetapi belakangan diketahui jika SKL tersebut diberikan sebelum bank tertentu melunasi dana bantuannya.

Kasus E-KTP

Kasus e-KTP merupakan kasus korupsi berjamaah di DPR yang dianggap terbesar sepanjang sejarah parlemen Indonesia. Kasus yang menyeret Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ini telah bergulir sejakt 2011 lalu telah membuat negara merugi hingga Rp 2,3 triliun rupiah.  

Kasus Korupsi
Setya Novanto terjerat kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Dari hasil penyidikan, Setya Novanto pun akhirnya ditetapkan menjadi tersangka korupsi e-KTP serta 7 orang lainnya yang juga ikut menerima dana haram ini. Selama masa penyidikan ada sekitar 280 saksi yang diperiksa KPK .

Korupsi Proyek Hambalang

Kasus korupsi terbesar selanjutnya adalah kasus proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang. Kasus ini tercatat telah merugikan negara hingga Rp 706 miliar ini menyeret Andi Malarangeng yang saat itu menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pembangunan proyek Hambalang ini sebenarnya direncanakan dibangun sejak masa Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang telah menghabiskan anggaran sebesar 1,2 triliun. Akan tetapi, proyek yang harusnya rampung dalam waktu 3 tahun ini pun mangkarak hingga akhirnya aliran dana korupsi proyek ini pun terendus oleh KPK.

Adapun nama-nama penerima dana haram ini diantaranya adalah Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Direktur Utama dari PT Dutasari Citra Laras Mahfud Suroso, dan Anggota DPR Anggelina Sondakh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here