7 Tuntutan Mahasiswa, Tolak Revisi RKUHP

0
25
7 tuntutan mahasiswa
Puncak aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa pada 24 September 2019. Ada 7 tuntutan mahasiswa yang disampaikan.

Elahan.com, Aksi penyampaian pendapat di gedung DPR RI pada 24 September 2019 di Senayan, Jakarta menjadi tajuk utama dalam beberapa hari ini. Ribuan mahasiswa yang berasal dari Jakarta dan luar Jakarta memenuhi jalan-jalan disekitar gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Mahasiswa ini bukan lah menuntut Presiden untuk turun, akan tetapi menuntut DPR untuk membatalkan rancangan undang-undang yang beberapa diantaranya dinilai kontroversial. 7 tuntutan mahasiswa pun disampaikan ketika berorasi di depan gedung DPR.

Aksi penyampaian pendapat ini tak hanya dilakukan di Jakarta, namun di sejumlah daerah di Jakarta seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. 7 tuntutan mahasiswa ini pun tak lepas dari kontroversi pengensahan RKUHP yang dinilai terburu-buru dan tidak beres. Berikut adalah tuntutan mahasiswa dalam aksi penyampaian pendapat di depan gedung DPR :

Menolak Revisi RKUHP

Pada poin pertama dalam 7 tuntuntutan mahasiswa ini tentu tak lepas dari revisi RUHP. Mahasiswa mendesak untuk melakukan pembahasan ulang terkait isi revisi RKUHP. Mereka meminta agar DPR bisa berdialog dengan masyarakat.

Dalam RKUHP yang ini terdapat sejumlah penolakan yaitu RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertahanan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan. Selain itu mendesak DPR untuk membatalkan UU KPK dan UU SDA, mendesak untuk disahkannya RUU PKS dan RUU perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang hingga saat ini belum juga diselesaikan.

Menolak Revisi UU KPK

Mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap revisi UU KPK yang dianggap bisa melemahkan kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi serta membuat lembaga ini yang harusnya independen menjadi tidak independen.

Selain itu, penolakan ini juga diperkarai oleh pemilihan pimpinan baru KPK Firli Bahuri yang dinilai memiliki sejumlah skandal yang dapat mengganggu jalannya kinerja KPK, serta adanya penetapan badan pengawas KPK yang anggotanya dipilihkan oleh DPR.

Menolak TNI dan Polri Menempati Jabatan Sipil

Mahasiswa menolak adanya dwi fungsi Polri dan TNI seperti yang terjadi pada zaman orde baru. Belum lama ini Menteri ESDM Ignasius Jonan yang melantik seorang perwira menengah di TNI Angkataran Udara yang masih bertugas, Koloner (Pas) Roy Rassy Fay M. Bait sebagai Kepala Bagian Umum dan Hukum Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Dasar pengecamannya adalah prajurit aktif tidak bisa menduduki jabatan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berdasarkan pada UU Nomor 34 Tahun 2004.

Stop Militerisme Di Papua dan Bebaskan Tahanan Politik Papua

Mahasiswa mendesak untuk segera menghentikan militerisme di Tanah Cenderawasih serta membebaskan sejumlah tahanan politik Papua.

Hentikan Kriminalisasi Aktivis

Mahasiswa mendesak agar menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis yang mengkritik pemerintah dan terutama aktivis yang berjuang untuk menghentikan korupsi dan aktivis lingkungan. Adanya kriminalisasi terhadap aktivis menjadi salah satu penghambat proses demokrasi di Indonesia.  

Menyuarakan Soal Permasalahan Lingkungan

Mahasiswa yang melakukan aksi di depan DPR dan di sejumlah daerah lainnya juga menyuarakan isu lingkungan yang saat ini tengah terjadi di Indonesia yaitu kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.

Mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pembakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi, serta memberikan pidana kepada korporasi yang terbukti menjadi pelaku pembakaran dengan mencabut izinnya serta mengenakan pidana penjara dan denda.

Mendesak Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM

Terakhir adalah desakan mahasiswa kepada pemerintah untuk segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, selain itu mereka juga menuntut agar pelaku pelanggaran HAM diadili termasuk pelaku yang duduk di lingkaran kekuasaan, serta menuntut pemerintah untuk memulihkan hak-hak korban kejahatan HAM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here