Ahmad Dhani Ajukan Kasasi, Prabowo Siap Jadi Jaminan Jika Ditolak MA

0
45
Ahmad Dhani ajukan kasasi
Ahmad Dhani

Elahan.com, Putra pertama Ahmad Dhani, Al Ghazali hadir pada kampanye Sandiaga Uno yang digelar di Surabaya, Jawa Timur Minggu, 31 Maret 2019 lalu.

Sebagaimana yang diketahui bahwa musikus Ahmad Dhani terjerat kasus atas ujaran kebencian atau permusuhan melalui akun media sosialnya. Penyanyi ini dianggap melanggar Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 tentang UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Akibatnya, Dhani dijatuhkan hukuman penjara 1 tahun 8 bulan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 28 Januari 2019. Namun, setelah banding dikabulkan, hukuman Dhani berkurang menjadi 12 bulan kurungan.

Di panggung kampanye itu Sandiaga memeluk erat Al-Ghazali sebagai bentuk solidaritas dan meminta agar semua yang hadir berdoa bersama untuk Dhani atas kasus yang melilitnya.

Dhani sendiri sekarang dipindahkan ke Rutan Medaeng, Surabaya untuk mempermudah proses persidangan. Sebelumnya Dhani berad di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

Sebelumnya, melalui pengacaranya, Hendarsam Marantoko mengatakan secara resmi mengajukan kasasi terkait putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menyatakan Dhani bersalah. Kasasi tersebut diajukan pada 26 Maret 2019. Dalam 14 setelahnya, tim kuasa hukum harus menyerahkan memori kasasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Memori kasasi membahas mengenai sudah tepat atau belum penerapan hukum terhadap Dhani.

Kasasi merupakan sebuah upaya untuk membebaskan Dhani dan merubah status menjadi tahanan Mahkamah Agung sesuai dengan Pasal 253 ayat 4 Kita Undang-undang Hukum Acara Pidana.

Jika MA mengeluarkan putusan dan menolak kasasi yang diajukan pihak Dhani, maka tim pengacara juga telah menyiapkan permohonan penangguhan penahanan.

Bahkan calon presiden Prabowo Subianto sudah bersedia menjadi penjamin penangguhan penahanan tersebut. Beberapa tokoh, termasuk Prabowo, disebut Hendarsam Marantoko sudah bersedia untuk menjamin kliennya.

Ahmad Dhani dan Prabowo Subianto
Prabowo Subianto jenguk Ahmad Dhani

Persetujuan itu terjadi saat capres 02 itu berkunjung ke rumah pentolan grup band Dewa itu dan menjenguk Dhani di Rumah Tahanan Medaeng.

Sebelumnya pada sidang lanjutan tanggal 21 Maret 2019 lalu, sempat terjadi sedikit keributan. Keributan tersebut datang dari kubu Elemen Bela NKRI yang menjadi pelapor dalam kasus pencemaran nama baik ini. Kedatangan mereka adalah untuk mengawal jalannya persidangan hingga selesai.

Ketika mengikuti jalannya persidangan dari layar monitor dekat kursi pengunjung, Edy Firmanto yang merupakan salah satu pelapor mendukung keterangan saksi ahli bahasa pada sidang tersebut. Edy berteriak-teriak dari luar dan Dhani pun merespons dari dalam. Edy dihardik oleh dua orang laki-laki berbadan kekar yang datang dari dalam. Polisi dengan sigap menenangkan suasana.

Dhani dalam cuitannya, awal mula kasus ini, melontarkan kata ‘idiot’ kepada ratusan massa Elemen Bela NKRI pada 26 Agustus 2018. Kata ‘idiot’ inilah yang membuat Dhani sekarang harus terkurung di penjara. Menurut keterangan Endang Solihatin, saksi ahli bahasa dari Universitas Pembangunan Nasional, mnyebut kata ‘idiot’ dalam sebuah ucapan tergantung konteksnya. Bisa bermakna candaan atau hinaan. Menurut dia, jika diucapkan pada kawan akrab, tentu saja ini bermakna candaan. Tetapi jika ditujukan pada sekelompok orang yang tidak dikenal, tentu saja kata ‘idiot’ bermakna hinaan.

Namun, menurut penasihat hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian, kata ‘idiot’ ataupun sejenisnya jika merujuk pada penjelasan ahli hukum R. Soesilo, hanya termasuk penghinaan kategori ringan dengan hukuman 4 bulan penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here