BPJS Kesehatan Alami Defisit, Berikut Akar Permasalahannya

0
29
masalah BPJS Kesehatan
Masalah defisit BPJS Kesehatan

Elahan.com, BPJS Kesehatan memang masih jauh dari kata sempurna meskipun sudah berjalan selama lima tahun lamanya.

Berbagai masalah yang terjadi membuat sistem jaminan kesehatan ini mengalami defisit. Seperti misalnya di tahun 2018, angka defisit bahkan mencapai Rp 19,4 triliun. Ini tentu saja mengherankan, sebab pemerintah sudah sering campur tangan.

Tidak terhitung sudah berapa kali pemerintah mengadakan rapat yang membahas masalah defisit ini. Tidak hanya di tingkat menteri, bahkan di tingkat kabinet dan dipimpin langsung oleh presiden.

Jika dihitung, pemerintah dalam empat tahun terakhir sudah menggelontorkan dana hingga Rp 25,7 triliun agar mampu menutup kerugian yang dialami. Namun kenyataannya, kekurangan ini menganga cukup besar, hingga mencapai Rp 49,3 triliun sejak tahun 2015.

Meski sudah diawasi dan sudah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dari analisis yang ada, seperti yang disampaikan Sri Mulyani, ternyata akar masalah munculnya defisit ini karena beberapa hal, yaitu:

Adanya perusahaan yang main-main

Akar masalah dari terjadinya defisit pada badan penjamin kesehatan ini adalah adanya upaya dari perusahaan untuk mengakali iuran bulanan BPJS. Berbagai upaya dilakukan agar perusahaan bisa dapat untung.

Misalnya, perusahaan yang sudah terdaftar menjadi peserta hanya melaporkan sedikit dari jumlah karyawannya yang ada kepada pihak BPJS Kesehatan. Ada juga perusahaan yang melaporkan bahwa gaji karyawannya lebih kecil dari yang sebenarnya dibayarkan. Manipulasi ini bertujuan agar mengurangi beban perusahaan ketika membayarkan kewajiban, tidak hanya dari segi sebagai badan usaha, tetapi juga pegawainya.

Untuk diketahui perusahaan yang terdaftar wajib membayar 4 persen dari 5 persen gaji pokok karyawan untuk iuran bulanan jaminan kesehatan ini.

Rumah sakit yang nakal

BPJS Kesehatan
Defisit BPJS Kesehatan

Selain itu, ada juga masalah yang sumbernya dari pihak rumah sakit yang nakal. Menurut audit dari BPKP, ada banyak rumah sakit rujukan yang melakukan pembohongan data yang terkait dengan kategori rumah sakit selaku Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Pertama.

Kategori tersebut mulai dari yang paling mahal, A hingga D dengan masing-masing kategori punya biaya per unit pasien yang akan berbeda pula. Agar uang pengganti dari jaminan kesehatan lebih banyak, maka pihak rumah sakit menaikkan kategorinya.

Misalnya, pasien yang harusnya D disebut golongan B, atau pasien yang golongannya B disebut kategori A. Sehingga pemerintah akan melakukan review ulang untuk kelas rumah sakit ini.

Peserta aktif tergolong rendah

Ternyata, yang menjadi akar masalah lainnya adalah tingkat dari kepesertaan yang aktif masih rendah, sekitar 53,7 persen. Angka ini maksudnya adalah pekerja yang bukan penerima upah. Angka ini disebut akan ditingkatkan hingga 60 persen.

Banyak layanan dari peserta

Dari hasil audit BPKP, diketahui bahwa ada penggunaan sebanyak 233,9 juta layanan, padahal total dari peserta JKN ini hanyalah 223,3 juta orang. Dengan rincian, 147,4 juta layanan di puskesmas dan klinik, 9,7 juta layanan rawat inap, dan 76,8 juta rawat jalan di rumah sakit. Ini merupakan angka manipulasi yang menyebabkan adanya defisit anggaran.

Manajemen Klaim BPJS Bermasalah

Akar masalah lainnya adalah berkaitan dengan sistem JKN sendiri. Berdasarkan hasil temuan dari BPKP. ada klaim ganda peserta bahkan klaim dari peserta yang sudah meninggal. Ada juga peserta yang tidak aktif, namun klaim tetap bisa dicairkan.

Pihak BPJS sendiri membantah terjadinya hal ini karena tidak mungkin. Namun, masalah ini ditemukan dalam audit BPKP.

Data BPJS yang tidak valid

Masalah selanjutnya adalah mengenai validitas dan integritas data BPJS Kesehatan. Ini disebabkan karena sistem jaminan kesehatan sebelumnya beralih ke BPJS. Ada peserta yagn harusnya tidak masuk, namun ditemukan masuk dalam sistem oleh BPKP. Selain itu, ada juga peserta yang tidak memiliki NIK bahkan punya nama ganda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here