5 Poin Alasan Hizbut Tahrir Indonesia Dibubarkan

0
34
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Dibubarkan

Elahan.com, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kehadirannya berkaitan erat dengan Hizbut Tahrir yang didirikan oleh Taqiyuddin an-Nabhani tahun 1953, yang berada di Palestina. Awalnya merupakan partai politik di Palestina, kemudian menyebar dan memiliki sifat yang lintas negara.

Tujuan dari gerakan ini adalah untuk menghidupkan konsep politik yang sudah diwujudkan dalam sejarah kekuasaan Islam di era Nabi Muhammad SAW hingga kejatuhan imperium Utsmani (Abad ke-18 Masehi).

Menurut pendirinya Taqiyuddin an-Nabhani melalui tulisannya Kitab Daulah Islam dan kitab Mafahim Hizbut Tahrir, konsep khilafah saat ini tidak tertarik karena tidak pernah menyaksikan bagaimana pemerintahan Islam. Sehingga umat Muslim menggunakan falsafah hidup yang menyebabkan terkikisnya kemurnian Islam. Ini menjadi tanda kemunduran besar bagi kaum Muslimin.

Istilah yang digunakan Taqiyuddin untuk menyebut ini adalah ghazwu ats-tsaqafi (invasi budaya), di mana umat Islam enggan menggunakan hukum Islam di sistem pemerintahan.

Di Indonesia sendiri, ide Negara Islam (Daulah Islamiyah) sempat muncul ketika terjadinya pemberontakan DI/TII yang dilakukan oleh Kartosuwiro di masa pasca-kemerdekaan. Selain itu muncul juga gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Keduanya tetap mengakui batas-batas negara dengan mengganti sistem dan dasar pemerintahan saja.

Secara umum, Hizbut Tahrir ini memiliki cita-cita untuk menghilangkan batas-batas kebudayaan, politik bangsa-bangsa, dan geografis. Dalam konsepnya, negara-bangsa dibagi dalam wilayah Islam (dar al-Islam) dan wilayah kafir (dar al-kufr). Hukum Islam diterapkan dalam wilayah Islam, sedangkan di luarnya masuk dalam kategori hukum orang kafir.

Umur HTI memang masih muda jika dibandingkan dengan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah. HTI baru masuk tahun 1983 yang dibawa Abdurrahman al-Baghdadi. Al-Baghdadi merupakan mubalig dan juga aktivis Hizbut Tahrir yang berbasis di Australia.

Cara penyebarannya dimulai dari beberapa kampus di Indonesia hingga akhirnya punya massa yang cukup banyak saat ini. Namun, keberadaan HTI menjadi ancaman karena akan mengubah ideologi Pancasila. GP Ansor sebagai ormas kepemudaan yang berada di bawah naungan NU yang gencar menyuarakan pembubaran gerakan ini.

Pada 2017 lalu pemerintah mengambil sikap tegas terhadap keberadaan HTI tersebut. Menkopolhukam Wiranto mengumumkan bahwa pemerintah akan membubarkan organisasi tersebut. Hal ini sesuai dengan koridor UU Ormas yang berlaku.

Pernyataan Pemerintah tentang HTI

Hizbut Tahrir Indonesia
Alasan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

Berikut lima poin penting pernyataan pemerintah mengenai HTI, yaitu sebagai berikut:

1. HTI dinilai tidak melaksanakan peran positif dalam mengambil bagian proses pembangunan.

2. Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan tujuan, azas, serta ciri berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945 seperti yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2013 mengenai Ormas.

3. Aktifitas yang dilakukan secara nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat sehingga mengancam keamanan dan mengganggu ketertiban masyarakat yang pada akhirnya membahayakan keutuhan NKRI.

4. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan juga menampung aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengambil langka hukum, untuk secara tegas membubarkan ormas HTI ini.

5. Keputusan diambil bukan karena pemerintah anti ormas Islam. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga NKRI sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara HTI Ismail Yusanto meminta agar pernyataan yang menyebut HTI anti Pancasila membuktikan pernyataannya dan menunjukkan buktinya.

Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia ini hanya terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM tetapi tidak terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. Meski begitu, hal tersebut sudah sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2013 Pasal 12 Nomor (2) tentang Organisasi Kemasyarakatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here