Anies Baswedan akan Segera Umumkan Keberlanjutan Ganjil Genap

0
5
ganjil genap
Anies Baswedan akan Segera Umumkan Keberlanjutan Ganjil Genap

elahan.com, Peraturan Ganjil Genap di DKI Jakarta hingga saat ini masih diberlakukan. Pemprov Jakarta memberlakukan ganjil genap setelah masa PSBB diubah menjadi PSBB transisi. Namun setelah itu angka kasus Covid-19 kembali meningkat setiap harinya. Kini Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa Pemprov DKI tengah membuat paket kebijakan untuk penanggulangan COVID-19. Dalam paket itu juga akan diumumkan mengenai keputusan ganjil-genap akan tetap berlaku atau tidak di masa pandemi virus Corona.

Menurut Anies paket kebijakan itu akan diumumkan besok, Rabu 9 September mendatang. Pengumuman paket kebijakan itu dilakukan menjelang berakhirnya masa PSBB transisi. “Kita sedang menyiapkan 1 paket kebijakan, jadi bukan masing-masing item. Tapi satu paket bersamaan dengan nanti berakhirnya siklus PSBB kita. Karena siklus PSBB kita akan berakhir tanggal 9 (September) dan saat itu kita akan sampaikan paket kebijakan untuk fase berikutnya,” ujar Anies.

Doni Monardo selaku Ketua Satgaas Penanganan COVID-19 mengungkapkan adanya peningkatan penumpang pengguna transportasi umum setelah ganjil genap mulai berlaku. Menurutnya hal itu juga merupakan imbas dari peraturan ganjil-genap di DKI Jakarta dan Doni meminta kebijakan tersebut kembali dievaluasi. Hal itu disampaikan Doni dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Rabu, (3/9).

Menurut Kepala BNPB ini, meski persentasenya mungkin kecil namun dengan peningkatan jumlah penumpang pada transportasi umum itu juga berpengaruh terhadap kerumunan. Itulah yang kemudian berpotensi memunculkan penyebaran virus Corona. Selain itu, Doni juga mengungkapkan ada peningkatan jumlah penumpang TransJakarta.

Peningkatan kasus Covid Jakarta memang sangat signifikan setelah PSBB dilonggarkan. Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Iwan Ariawan mengusulkan agar PSBB di Ibu Kota kembali diperketat. Iwan menjelaskan berdasarkan hasil kajian peneliti asal Florida International University, Amerika Serikat, penggunaan masker minimal 85% untuk bisa mengendalikan wabah. Dia menyebut berdasarkan pengamatan penggunaan masker di DKI masih di bawah angka itu. Selain itu ia juga menyarankan agar aturan ganjil genap di DKI tidak diberlakukan guna mencegah kerumunan di angkutan umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here