Anies Masuk Calon Kuat Bursa Cawapres untuk Pilpres 2019

0
42
anies_pilpres 2019
Alumni 212 tak kunjung menyampaikan sikap terkait dukungan resmi mereka di Pilpres 2019.

Elahan.com, Persaudaraan Alumni 212 tak kunjung menyampaikan sikap terkait dukungan resmi mereka di Pilpres 2019. Kabarnya, pemutusan sikap masih menunggu fatwa ulama melalui rapat bulan depan.

“Iya, nanti para ulama akan memutuskan siapa yang akan menyampaikannya, menunggu fatwa ulama,” ucap pengasuh Ponpes Az-Zikra, Ustad Arifin Ilham.

Rencananya, rapat itu akan digelar di Tasikmalaya, Jawa Barat, antara tanggal 5-9 Agustus. Arifin juga menyebut ulama dari seluruh Indonesia akan datang.

“Nanti rapatnya di Tasikmalaya bulan Agustus. Tanggal 5 sampai 9 Agustus,” katanya.

Sebelumnya, PA 212 menggelar rapat koordinasi nasional yang menghasilkan beberapa rekomendasi capres. Terdapat 5 nama kuat kandidat capres hasil rapat koordinasi nasional PA 212. Di antaranya adalah Habib Rizieq, Prabowo, TGB, Yusril Ihza, dan Zulkifli Hasan. Akan tetapi, nama TGB diusulkan dicoret karena sudah mendukung Jokowi.

Mengenai Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyatakan dukungan kepada Jokowi, lagi-lagi Ustad Arifin meminta tunggu hasil musyawarah ulama.

“Nanti kita tunggu musyawarah ulama,” ujarnya.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad, kolega TGB sesama alumni Al-Azhar juga sependapat dengan Ustad Arifin Ilham soal sikap TGB.

“Tanya Habib Rizieq , sama kayak Ustad Arifin Ilham. Soalnya ustad Arifin Ilham bilang tunggu Habib Rizieq,” ucap Somad.

Di lain sisi, nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dinilai cukup menjanjikan untuk masuk dalam bursa cawapres karena bisa menambah suara Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik, Said Salahudin, yang menilai setiap partai harus melihat potensi kemenangan.

“Selain kandidat dari internal koalisi, untuk mencapai target menang, dan bukan sekadar ikut pilpres, Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat perlu melihat potensi kemenangan yang lebih terbuka jika cawapres Prabowo berasal dari luar luar parpol tersebut,” kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) itu.

Menurutnya, sebelum penetapan nama capres-cawapres pada Pilpres 2014, nama Anies Baswedan bertengger di posisi ketiga sebagai tokoh yang paling dinginkan masyarakat menjadi Capres pada saat itu.

Saat itu pula, nama Anies Baswedan yang kadang bertukar tempat dengan Mahfud MD untuk posisi ketiga dan keempat, persis berada di bawah nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo.

“Artinya, sejak 2014 pun nama Anies sebetulnya sudah menguat,” tegas Said.

Apalagi, imbuhnya, jika ditambahkan dengan popularitas yang diraihnya seusai memenangkan Pilkada Jakarta, Anies dirasa cukup kuat untuk masuk ke dalam bursa cawapres pada Pilpres 2019 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here