Atasi Kecurangan Pemilu 2019, Amien Rais Akan Gunakan People Power

0
126
Amien Rais kerahkan massa di Pemilu 2019
Amien Rais kerahkan massa di Pemilu 2019

Elahan.com, Amien Rais menyerukan akan menggerakkan massa jika nanti terjadi kecurangan pada Pemilu 2019 April mendatang. Hal ini disampaikan Amien Rais saat menghadiri Apel Siaga Umat 313 di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 31 Maret 2019, kemaren.

Ancaman menggerakkan kekuatan rakyat ini akan dilakukan oleh tim kampanye Prabowo-Sandi jika mereka menemukan kecurangan di lapangan.

Ada kecurangan di Pemilu 2019
Amien Rais kerahkan people power jika ada kecurangan di Pemilu 2019

Hal tersebut disebabkan karena ketika Pemilu 2014 silam tim kampanye Prabowo-Hatta menemukan bukti kecurangan dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun gugatan tersebut ditolak MK.

Jika hal sama terulang kembali di Pemilu 2019 ini, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyatakan akan mengerahkan massa atau disebut people power.

Banyak yang menyebut seruan tersebut bersifat provokatif terhadap masyarakat. Bahkan Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga PP Pemuda Muhammadiyah, Ali Muthohirin menyayangkan dan tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Ali menyebut harusnya narasi yang dikembangkan mengenai pemilu harusnya mencerahkan, bukan menimbulkan kontroversi yang bisa membuat masyarakat resah. Pernyataan tersebut sama saja dengan menggerakkan massa untuk menggugat hasil pemilu dan mendelegitimasi lembaga penyelenggara pemilu, tambahnya.

Pernyataan tersebut menurut Ali sama saja dengan upaya dalam mereduksi kepercayaan masyarakat, baik itu terhadap penyelenggara pemilu ataupun lembaga peradilan.

Ali menyayangkan pernyataan tersebut dilontarkan oleh tokoh reformasi bangsa. Harusnya Amien bisa memberikan solusi yang mencerahkan serta tidak mengandung unsur provokasi seperti ini.

Ali juga menolak jika ada oknum-oknum manapun yang berniat memecah persatuan dan memicu konflik sosial. 

Sementara Syamsuddin Haris selaku Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI menilai seruan Amien Rais tersebut tidak berdampak apa pun sebab Amien dinilai tidak memiliki massa pendukung untuk bisa menggerakkan people power. Bahkan seruan tersebut hanyalah berupa suara orang yang tidak terpakai saja.

Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia, Aditya Perdana menilai pernyataan Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut sebagai peringatan bagi KPU dan pemerintah agar tidak melakukan kecurangan saat Pemilu nanti.

Amien dalam konteks ini dinilai sebagai peserta pemilu sehingga pernyataan tersebut adalah sebuah kekhawatiran terkait dominasi petahana pada pesta demokrasi April nanti.

Di sisi lain, KPU juga dinilai Aditya sudah berusaha menjaga netralitas dengan tidak memihak pada pasangan manapun.  Hanya saja, Amien seharusnya mau menempuh jalur hukum jika ingin menyelesaikan sengketa pemilu yang terjadi sesuai dengan mekanismenya.

Aditya menambahkan bahwa proses penyelesaian sengketa pemilu sudah diatur dalam undang-undang dan diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan perang di jalanan.

Terlebih melihat kondisi masyarakat kita yang sudah terpolarisasi dalam dua kelompok. Jika massa pendukung yangs atu digerakkan atas rasa tidak percaya pada hasil pemilu, tidak menutup kemungkinan juga pendukung yang lain juga melakukan hal yang sama.

TKN Jokowi-Ma’ruf juga bereaksi atas seruan people power Amien Rais tersebut. Melalui juru bicaranya, Ace Hasan Syadzily meminta agar Amien menghentikan tindakan ngawur tersebut.

Pasalnya, menurut Ace, Pemilu belum dilaksanakan tetapi sudah menuduh adanya kecurangan yang akan terjadi. Tindakan tersebut malah mengindikasikan pihak BPN tidak siap dengan kekalahan.

Anggota tim penugasan khusus TKN Jokowi-Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir, bahkan mencurigai pernyataan tersebut sengaja dilontarkan untuk memobilisasi massa yang marah dengan hasil Pemilu 2019 dan dibenturkan dengan aparat. Tentu saja efek ini akan menimbulkan banyak korban dan membuat citra petahana tidak baik di mata rakyat Indonesia maupun di mata dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here