Bagaimana Partai Garuda Menjaring Anggotanya

0
13
Anggota partai Garuda
Proses penjaringan anggota partai Garuda

Elahan.com, Partai Garuda dulunya bernama Partai Kerakyatan Nasional (PKN) yang diganti pada 3 April 2015. Partai ini dibentuk oleh Harmoko, menteri di masa pemerintahan Soeharto.

Awalnya, PKN didirikan tahun 2007, namun gagal lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum Pemilu 2009. Delapan tahun berselang, dalam sebuah kongres yang diadakan di Jakarta, semua sepakat bahwa PKN berubah nama menjadi Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Partai Garuda). Sehingga partai ini hanya perlu laporan perubahan, tidak butuh verifikasi lagi dari Kemenkum HAM.

Namun, pendiri dari PKN absen dalam kongres tersebut. Kepemimpinan partai pun diganti, dari Soebiantoro Soemantoro ke Ahmad Ridha Sabana.

Menurut penjelasan Sekjen Garuda Abdullah Mansuri, dia menyebut bahwa PKN sudah tidak aktif sebab Harmoko tidak lagi mau berpolitik. Dari keterangan Mansuri juga, pengurus PKN hampir tidak terlibat sama sekali dalam kepengurusan partai yang di tahun 2018 tercatat memiliki anggota sebanyak 693.191 orang.

Jumlah kader partai dengan lambang didominasi warna merah dan kuning emas ini bahkan mengalahkan jumlah anggota Partai Golkar, partai tertua yang lahir 54 tahun lalu. Namun, Garuda hanya memiliki pengurus DPP 11, sementara partai Golkar punya 261 pengurus.

Partai Garuda
Sejarah Partai Garuda

Ahmad Ridha Sabana mengatakan bahwa dalam perekrutannya, memaksimalkan “big data”. Melalui sistem tersebut, siapapun bisa mendaftar menjadi anggota asal memiliki koneksi internet. Calon anggota cukup dengan mengisi kolom identitas kemudian mengunggah foto KTP. Hari yang sama langsung bisa menjadi anggota.

Kartu Tangga Anggota (KTA) bisa diunduh dan dicetak sendiri atau dicetak oleh partai. Melalui data yang dimiliki tersebut, para pengurus partai menganalisis apa yang sedang ramai dibicarakan di Papua. Sehingga dengan melakukan profiling tersebut, partai tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua.

Sistem internal ini juga digunakan untuk memantau kinerja dari pengurus dari atas hingga paling bawah.

Selain melalui pendaftaran online, penjaringan kader juga dilakukan dengan cara mendekati sanak saudara dan menawari mereka untuk bergabung dengan partai. Sisanya merupakan keluarga Ikatan Pedangan Pasar Indonesia (Ikappi). Sebab Abdullah Mansuri sendiri merupakan ketua dari Ikappi.

Namun, partai ini sempat terganjal ketika menempuh persyaratan kelengkapan dokumen dalah tahap seleksi administrasi KPU. Kemudian mereka melayangkan gugatan melalui Bawaslu dan menang.

Partai Garuda ini juga mendapat masalah di tingkat DPC serta tidak memenuhi syarat keterwakilan perempuan 30 persen. Kemudian masalah teknis lainnya yang terdapat di beberapa daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here