Halmahera Dihadang Banjir Bandang Usai Diguyur Hujan Selama 7 Jam

0
56
Banjir bandang
Banjir bandang hadang Desa Doro

Elahan.com, Banjir bandang menerjang daratan Gane, Pulau Halmahera, persisnya Desa Doro, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, setelah diguyur hujan lebat selama lebih dari tujuh jam pada Selasa siang, 23 Juli 2019.

Banjir ini datang secara tiba-tiba sekitar pukul 13.00 WIT sehingga membuat masyarakat panik dan berlarian mencari tempat yang aman untuk berlindung. Banjir setinggi 50 sentimeter ini disebabkan karena meluapnya lima anak sungai yang menuju Doro sehingga airnya masuk ke wilayah desa.

Hal ini menyebabkan air yang merendam Desa Doro menggenangi rumah-rumah warga sehingga warga terpaksa mengungsi ke rumah lain agar tidak terkena banjir. Hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat dari banjir bandang yang terjadi. Kerusakan yang diakibatkan juga belum bisa dipastikan.

Banjir bandang di desa Doro
Banjir bandang di desa Doro Halmahera Selatan

Masyarakat berharap agar pemerintah segera membangun talud di daerah Halmahera Selatan sebab talud yang ada di sungai sudah patah. Akibatnya air sungai berbelok ke permukiman warga. Meskipun petugas Dinas PUPR Halmahera Selatan sudah turun ke lokasi, namun tetap saja talud masih belum dibangun.

Talud ini memang sangat diharapkan warga untuk segera dibangun. Pasalnya setiap kali turun hujan, warga yang tinggal di bantaran sungai merasa khawatir.

Desa Doro ini termasuk salah satu desa yang terkena dampak dari bencana gempa bumi yang mengguncang Maluku Utara pada 14 Juli 2019 lalu dengan magnitudo 7,2.

Gempa bumi yang terjadi sebelumnya menyebabkan 10 rumah mengalami kerusakan dan ada 400 jiwa yang mengungsi. Namun, hampir sebagian besar warga sudah turun dari titik pengungsian yang ada di pegunungan.

Korban yang meninggal di seluruh wilayah Kabupaten Halmahera Selatan seusai terjadinya gempa tercatat mencapai 10 orang per tanggal 22 Juli 2019.

Selain itu tercatat ada 2.473 rumah yang rusak berat di tujuh kecamatan. Ada 129 orang yang mengalami luka-luka serta total ada 53.076 warga yang mengungsi. Pengungsi ini berasal dari 73 desa yang ada di 11 kecamatan. Empat kecamatan di pulau Bacan, 7 kecamatan dari pulau Halmahera.

Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan mencatat, ada 844 orang pengungsi yang terserang penyakit seperti ISPA dan hipertensi. Disebutkan ada 117 orang yang mengidap ISPA, 117 orang mengalami hipertensi, 92 orang menderita myalgi, 58 orang menderita vulnus laceratum, 56 orang menderita gastritis, 43 orang terserang dermatitis, 43 orang terkena obser verbis, 43 orang mengalami hipotensi, 39 orang mengalami common cold, serta 176 orang mengalami sejumlah penyakit lainnya.

Hingga Senin, 22 Juli 2019, ada sekitar 300 tim medis yang dikirim ke lokasi dan ditambah dengan 20 tenaga medis tambahan. Tim ini belum termasuk tenaga medis tambahan yang berasal dari provinsi, pusat, polri, dan TNI. Tenaga-tenaga medis ini disiapkan di puskesmas, polindes, tenda darurat, dan pustu.

Sementara itu, bantuan untuk korban banjir bandang juga sedang disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan serta TNI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here