Bantu Redakan Nyeri, Ini Obat Sakit Gigi Alami yang Bisa Kamu Gunakan

0
4
obat sakit gigi
Bantu Redakan Nyeri, Ini Obat Sakit Gigi Alami yang Bisa Kamu Gunakan

elahan.com, Jika kamu sakit gigi, bawang putih biasanya jadi pilihan obat sakit gigi alami. Sakit gigi memang menimbulkan nyeri yang tak tertahan jika tidak segera diobati. Selain minum obat pereda sakit dan menemui dokter gigi, Anda juga bisa mengandalkan beberapa bahan alami yang mudah ditemui untuk meringankan masalah sakit gigi berlubang di rumah.

Berikut adalah bahan-bahan alami yang digunakan sebagai obat sakit gigi.

1. Bawang Putih

Bawang putih merupakan bahan alami yang memiliki kandungan antibakteri dan melawan bakteri di mulut yang menyebabkan sakit gigi. Selain itu bawang putih memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri akibat gigi berlubang.

2. Air Garam

Nah, cara ini mungkin juga sudah sangat lawas dilakukan orang-orang untuk meredakan berbagai penyakit salah satunya sakit gigi. Garam juga merupakan zat yang mengandung antibakteri. Kamu bisa berkumur dengan larutan air dan garam untuk meredakan sakit gigi.

Larutkan 1 sendok teh garam dengan segelas air hangat. Lalu kumurlah larutan tersebut sampai menyapu semua bagian mulut Anda selama 1 menit. Pastikan Anda memfokuskan berkumur air garam di area yang terdapat gigi berlubang. Lakukan hal ini sebanyak 3 kali sehari hingga gejala sakit gigi berlubang mereda.

3. Kunyit

Kunyit merupakan rempah kaya manfaat yang juga mengandung zat antibakteri dan antiradang. Beberapa orang juga meyakini kunyit dapat menjadi obat sakit gigi alami. Kunyit mampu menjaga kesehatan gusi dan mencegah gigi berlubang dari infeksi bakteri.

4. Lidah Buaya

Siapa yang tidak tahu tumbuhan yang satu ini. Tumbuhan ini kaya manfaat, seperti untuk kulit, rambut dan lainnya. Menurut penelitian, gel pada lidah buaya dikatakan mampu membantu melawan bakteri yang menyebabkan gigi berlubang. Namun belum ada penelitian pasti yang menguji efektivitas lidah buaya terhadap penyembuhan sakit gigi.

5. Minyak

Teknik berkumur dengan minyak dikenal dengan oil pulling. Pengobatan ini terkenal berasal dari India sejak berabad-abad lalu. Meski belum banyak penelitian mendukung akurat teknik tersebut, namun teknik ini dipercaya ampuh menyembuhkan sakit gigi. Sebuah hasil studi menyatakan bahwa menggunakan minyak wijen untuk oil pulling dapat membantu menghilangkan bakteri pada area rongga mulut.

Caranya adalah dengan berkumur menggunakan 1 sendok makan minyak wijen atau minyak kelapa selama sekitar 20 menit. Lalu, buang minyak bekas kumur. Lakukan cara ini setiap pagi hari saat perut masih kosong.

6. Daun Jambu

Daun jambu bersifat analgesik, antiradang sekaligus sebagai antimikroba. Kamu bisa menggunakannya dengan menguyah daun jambu merah yang bersih sebanyak satu atau dua lembar hingga ekstraknya keluar. Selanjutnya, oleskan ekstrak tersebut pada bagian gigi yang sakit menggunakan lidah.

Selain itu, bisa juga mengambil ekstrak air daun jambu dengan merebus. Setelah mendidih, diamkan air rebusan sampai suhunya menghangat, lalu tambahkan sedikit garam dan gunakan untuk berkumur.

7. Cengkeh

Cengkeh banyak digunakan dalam pengobatan tradisional China dan India sejak berabad-abad lamanya. Cengkeh atau minyak cengkeh memiliki sifat penghilang rasa sakit dan antibakteri alami. Minyak cengkeh ini mengandung eugenol yang bertindak, seperti anestesi alami untuk mematikan saraf.

Namun dalam menggunakan minyak cengkeh perlu berhati-hati. Sebab, ketika tetesan minyak ini mengenai lidah atau gusi yang sensitif, maka bisa menimbulkan rasa nyeri. Alternatifnya, gunakanlah kapas yang sudah ditetesi minyak cengkeh dan olesi pada gigi yang sakit.

Itulah bahan alami yang bisa digunakan untuk menjadi obat sakit gigi. Selain menerapkan cara alami diatas, sebaiknya kalian juga menghindari mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin sementara waktu. Pasalnya, hal itu dapat membuat kondisi gigimu lebih parah. Perlu diingat bahwa obat pereda rasa sakit gigi berlubang dari bahan alami ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna memastikan keefektifannya. Oleh karena itu, Anda perlu lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Jika perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here