Banyak Kejanggalan, Kasus Vanessa Angel Berakhir dengan Vonis Hukuman 5 Bulan

0
13
Kasus Vanessa Angel
Kasus Vanessa Angel

elahan.com, Kasus Vanessa Angel yang sudah lama bergulir mencapai titik akhir. Artis yang terseret kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait kasus penyebaran konten asusila divonis bersalah dengan lima bulan penjara.

Majelis hakim PN Surabaya tidak menjatuhi Vanessa dengan subsidair hukuman dan juga denda. Artis bernama lengkap Vanesza Adzania ini disebu terbukti bersalah dan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1).

Tuntutan tersebut diterima Vanessa setelah berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya yang diketuai oleh Milano Lubis. Vonis hukuman 5 bulan diterimanya dan tidak akan mengajukan banding.

Vonis tersebut lebih ringan satu bulan dibanding tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum(JPU) kejaksaan Tinggi Jawa Timur. JPU, di sisi lain, menyebut pihaknya masih pikir-pikir mengenai vonis yang dijatuhkan terhadap kasus Vanessa Angel ini.

Dugaan adanya rekayasa

Vanessa disebut trauma terhadap pemberitaan media yang menyudutkan dia dengan disebut sebagai “pelacur artis”. Benar saja, hampir semua media mainstream menggelembungkan di media sosial dengan memberitakan penangkapan dirinya ketika diduga melayani jasa prostitusi dengan seorang pengusaha asal Lumajang, Rian Subroto.

Tekanan inilah yang membuat Vanessa lebih memilih bungkam di depan media, karena menganggap semua media berperilaku hampir sama.

Meski tidak berkomentar di depan media, kuasa hukum kasus Vanessa Angel, Milano Lubis, menyebut Vanessa dijebak tetapi dia tidak tahu siapa yang menjebak.

Kejanggalan kasus Vanessa Angel
Kejanggalan kasus Vanessa Angel

Pada persidangan, Inspektur Polisi Dua Dedhi Chrisdianto dan Brigadir Polisi Kepala Levina Magdalena Moniaga tidak bisa menjelaskan sosok Rian Subroto saat ditanya salah satu hakim. Bahkan ketika ditanya alamat rumah pria yang memesan jasa Vanessa.

Dhani, penghubung dan yang mentransferkan duit Rp 80 juta untuk jasa Vanessa lewat Tentri Novanta, bahkan tidak bisa dibuktikan saat di persidangan. Tentri Novanta ini disebut sebagai mucikari.

Lalu muncul fakta lain, ternyata orang yang mentransfer itu belakangan atas nama Herlambang Hasea Sihombing. Herlambang mentransfer uang pada Tentri Novanta di hari yang sama saat Vanessa ditangkap.

Fakta lainnya, Herlambang ternyata diketahui bekerja sebagai anggota sipil di Subdit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim. Bahkan, sosok Herlamabang ini merupakan pernah terlihat satu frame dengan Vanessa ketika ditangkap dan dibawa ke Mapolda Jatim.

Milano menyebut bahwa nama Herlambang muncul dalam BAP hasil penyidikan Polda Jatim.tetapi berkas tersebut malah tidak dijadikan rujukan para hakim saat persidangan. Inilah yang membuat Milano curiga adanya dugaan rekayasa kasus Vanessa Angel.

Saksi kunci gagal dihadirkan di persidangan

Ada tiga saksi kunci yang perannya diabaikan pada surat dakwaan. Ketiga saksi tersebut adalah sopir yang menjemput Vanessa di Bandara Juanda, Dhani selaku orang yang mengantarkan Vanessa ke hotel, dan pria berinisial F yang menghilang setelah bertemu dengan Vanessa sebelum ditangkap.

Dhani menghilang dan membawa kabur kartu akses kamar hotel setelah mengantarkan Vanessa dan mucikarinya.

Peran sopir yang menjemput Vanessa di bandara juga tidak diungkap. Sopir itu menjemput Vanessa dengan mobil berpelat W 800 yang diduga merupakan mobil milik polisi.

Inilah yang membuat Milano berkesimpulan bahwa ada dugaan rekayasa terhadap kasus Vanessa Angel ini. Terlebih hakim meminta yang minta agar saksi-saksi tersebut tidak dihadirkan oleh kejaksaan. Dugaan kejanggalan ini enggan dikomentari oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here