Banyak Pihak Sayangkan Penghadangan Ma’ruf Amin di Pamekasan

0
32
Ma'ruf Amin dihadang pendukung kubu paslon 02 saat kampanye di Pamekasan
Cawapres 01 Ma'ruf Amin dihadang pendukung Prabowo-Sandi saat kampanye di Pamekasan

Elahan.com, Calon wakil presiden Ma’ruf Amin dihadang pendukung kubu Prabowo-Sandi ketika ingin berziarah ke makan Kiai Suhro di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin, 1 April 2019 kemaren.

Ma’ruf Amin bercerita setelah tiba di Lombok, NTB hari ini, Selasa, 2 April 2019. Iring-iringan mobil cawapres 01 itu terhenti dan di pinggir jalan terlihat ratusan orang mengenakan kaus berwajah pasangan nomor 02 yang menghalangi rombongan ketika hendak menuju ke makan Kiai Suhro di Desa Jambringin. Setelah azan maghrib berkumandang, massa meneriakkan nama Prabowo. Rombongan penghadang tersebut juga ada yang berbaris di pinggir jalan dan mengenakan baju koko berpeci. Ada juga yang menaiki roda dua sambil terus meneriakkan nama Prabowo.

Cawapres 01 Ma'ruf Amin dihadang saat hendak berziarah di Pamekasan

Meskipun mendapat penghadangan, tapi Ma’ruf tetap terus silaturrahim dengan keluarga dan tokoh-tokoh yang ada di sana.

Karena sudah mulai gelap dan jalanan kurang bagus, tim rombongan inipun tidak melanjutkan perjalanan menuju makan Kiai Suhro. Ziarah akan kembali dilakukan ketika jalannya sudah bagus nantinya.

Meskipun begitu, Ma’ruf tetap optimis masyarakat Madura memberikan dukungan penuh pada pasangan Jokowi-Ma’ruf amin ini. Menurutnya, penghadangan itu hanya dilakukan oleh kelompok kecil saja. Dirinya juga sudah memaafkan pihak yang melakukan penghadangan. Dengan harapan ke depannya tidak terjadi lagi kejadian serupa sebab ini adalah waktunya rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin terbaik, dengan persaingan yang sehat dan bermartabat.

Tim Kampanye Nasional (TKN) menyesalkan adanya aksi tidak demokratis seperti itu. Tindakan penghadangan itu disebut sebagai bukti pihak Prabowo-Sandi telah kalap.

Antoni menyampaikan bahwa kegiatan ziarah tersebut berhak dilakukan oleh Ma’ruf terlebih lagi dia  merupakan kandidat calon wakil presiden. Sehingga dia berhak untuk melakukan tradisi keagamaan tersebut.

Penghadangan tersebut menurut Antoni adalah cara yang tidak demokratis sehingga pemilihan presiden yang menjadi lambang dari demokrasi tidak perlu dijalankan. Sebab prinsip dasar dari demokrasi adalah kebebasan.

Namun, isu penghadangan Ma’ruf tersebut dibantah oleh Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo. Teguh menyebut tidak terjadi aksi penghadangan, pendukung Prabowo-Sandi hanya berdiri di pinggir jalan sambil membentangkan poster. Sebab anggota Polri melakukan pengamanan sehingga jalan yang dilalui rombongan bisa lancar.

Bawaslu akan melakukan pengecekan untuk memastikan kejadian itu benar berupa penghadangan atau bukan. Sebab penghadangan dalam kampanye itu dilarang.

Aktivis Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Pamekasan, Sukron Ramadon, menyayangkan upaya penghadangan oleh pendukung paslon 02. Jangan terprovokasi terhadap isu yang bisa merusak persaudaraan sesama Muslim.

Sukron juga menyarankan agar tokoh masyarakat bisa memberikan edukasi politik yang bisa mengajak masyarakat agar lebih santun dan menyejukkan. Sehingga perbedaan politik tidak menyebabkan perpecahan.

Saifullah Yusuf selaku ketua PBNU menyayangkan aksi penghadangan kelompok yang diduga merupakan pendukung paslon 02. Menurut dia, penghadangan ini bisa dicegah sejak awal sehingga tidak perlu terjadi kasus seperti ini.

Gus Ipul meminta agar kedua belah pihak bisa menahan diri agar proses demokrasi ini bisa berjalan lancar. Sebab siapapun presiden dan wakil presidennya, rakyat harus sejahtera dan semakin kuat, katanya.

Anggota komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin meminta agar pendukung bisa memberikan hak kepada masing-masing capres dan cawapres untuk melakukan kampanye. Meskipun kampanye dilakukan di wilayah basis yang bukan pendukung.

Menurut keterangan Ketua Bawaslu Kabupaten Pamekasan, Abdullah Saidi,  tidak ada pemberitahuan Ma’ruf Amin akan menggelar kampanye pada hari itu. Bawaslu hanya mengetahui ada silaturrahmi saja. Tidak ada juga jadwal kampanye terbuka di Pamekasan dari pason 01. Sehingga menurut Abdullah Saidi tidak ada aturan yang dilanggar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here