Bawaslu Bekerja Sama Dengan Facebook Mengawasi Media Sosial

0
66
Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu bekerja sama dengan Facebook (istimewa)
Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu bekerja sama dengan Facebook (istimewa)

elahan.com – Tidak hanya mengawasi kegiatan pemilu di dunia nyata, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga akan mengawasi di dunia maya. Bawaslu juga akan bekerja sama dengan raksasa mendia sosial Facebook.

“Bawaslu sejak tahun lalu sudah bekerja sama dengan Facebook untuk melakukan pelatihan terkait ujaran kebencian dan hoaks di media sosial,” ujar Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, Senin (21/1).

Dengan kemajuan teknologi yang pesat, era demokrasi juga ikut berubah seperti saat ini. Masyarakat sudah tidak memiliki batas untuk berpendapat di berbagai jenis media sosial. Maka dari itu pihak Bawaslu perlu bekerja sama dengan Facebook untuk mengawasi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

“Salah satu konsekuensi demokrasi adalah kebebasan untuk berbicara. Tapi jika berpotensi untuk menyebarkan kebencian, maka kita akan mengawasi dan menyelesaikannya secara hukum. Kita sepakat untuk berkolaborasi dengan Facebook untuk mengawasi ujaran kebencian dan hoaks di media sosial,” kata Fritz.

Fritz mengatakan pihaknya dengan Facebook sudah melakukan beberapa kali diskusi. Bawaslu dan Facebook sepakat akan melakukan take down akun Facebook yang meyebarkan hoaks atau ujaran kebencian.

Namun, salah satu yang masih menjadi pertimbangan dari hoaks itu adalah saat membedakan antara hate spech dan politic hate spech. Maka dari itu Fritz mengatakan topik tersebut masih menjadi bahan diskusi dengan Facebook.

“Kita sepakat berkolaborasi dan bertemu apabila ada ujaran kebencian dan hoaks. Berkolaborasi dengan Kominfo, KPU dan beberapa lembaga lainnya. kerja sama kita dengan Facebook cukup dekat,” kata Fritz.

Bawaslu telah mengklasifikasi akun penyebar ujaran kebencian di media sosial ke dalam beberapa kategori. Salah satunya ada akun yang hanya menyebarkan, dan ada juga akun yang dibuat baru hanya untuk membuat berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian.

“Ada dua yang kami awasi dan berhubungan dengan Pemilu. Pertama soal penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian. Bersama Facebook, kami bisa lebih aktif untuk mengawasi berita hoaks. Kedua, mencakup dana kampanye politik di media sosial. Itu harus dilaporkan (calon) kepada kami. Jika ada yang tidak beres, akan kami tindak tegas,” lanjut Fritz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here