Bawaslu Beri Tanggapan Soal Bingkisan Pembawa Pesan

0
92
Anggota Bawaslu Rahmat Bagja
Anggota Bawaslu Rahmat Bagja (istimewa)

elahan.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberi tanggapan soal pembagian bingkisan ‘Pembawa Pesan’ bergambar wajah pasangan calon urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di Kampung Akuarium Jakarta.

Anggorta Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan bahwa kegiatan pembagian bingkisan tersebut tidak melanggar aturan kampanye.

“Tidak (melanggar), penyebaran bahan kampanye itu tidak melanggar. Sepanjang penyebaran bahan kampanye tersebut tidak melanggar aturan kampanya,” ucap Bagja pada Kamis (28/2/2019).

Bagja mengatakan, dalam Pasal 284 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu). Hanya mengatur larangan memberi janji atau memberi uang. Sementara kotak ‘pembawa pesan’ itu berisi stiker, kalender, alat tulis, dan buku tulis.

Namun, Bagja mengatakan pihaknya justru menyoroti pemaksaan yang dilakukan oleh relawan saat membagikan bingkisan tersebut.

“Pembawa pesan itu silakan penyebaran bahan kampanye, mau door to door silakan. Tapi tidak boleh memaksa orang untuk menerima. Terus ngapain juga (orang yang tidak mau menerima) dicatat?” ucap Bagja.

Sebelumnya, warga Kampung Akuarium, Jakarta, mengaku didatangi oleh seorang perempuan yang tidak dikenal. Perempuan tersebut lalu membagikan bingkisan kepada warga sekitar. Bingkisan itu diberi nama ‘Pembawa Pesan’ dan berisi poster wajah Jokowi, stiker, kalender, alat tulis, dan buku tulis.

Masalah bermula saat warga Kampung Akuarium menolak bingkisan tersebut. Lalu sang relawan marah-marah dan memaksa wrga untuk menerima.

“Malah teriak-teriak, ‘saya kerja saya cari makan buat anak saya gini-gini,’ ya sudah tidak salah cari nafkah, tidak jadi masalah. Tapi, kalu ditolak ya tidak usah maksa,” ucap salah seorang warga Kampung Akuarium, Dharma Diani, Rabu (27/2/2019).

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid meminta pihka Bawaslu untuk menyelidiki indikasi adanya pelanggaran kampanye. Dia mengingatkan bahwa praktik pemberian uang dilarang dalam UU yang berlaku saat kampanye berlangsung.

“Bawaslu di sini perannya harus betul-betul hadir ya. Kalau kemudian money politics telah disepakati tidak boleh, dan kemudian juga tidak boleh adanya intimidasi. Maka ya sebaiknya hal seperti ini sudah sampai kepada Bawaslu, hendaknya segera ditindaklanjuti,” ucap Hidayat, Kamis (28/2/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here