Bawaslu Putuskan Situng KPU dan Quick Count sebagai Pelanggaran

0
26
Sidang Bawaslu putuskan SItung KPU sebagai pelanggaran
Sidang Bawaslu putuskan SItung KPU sebagai pelanggaran

elahan.com, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) akhirnya memutuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersalah atas pelanggaran terkait Situng KPU atau Sistem Informasi Pemungutan Suara serta proses pendaftaran lembaga quick count. Pelanggaran ini sesuai dengan dua hal yang dilaporkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-sandiaga Uno.

Seperti yang disampaikan oleh Bawaslu, bahwa Situng merupakan instrumen yang digunakan Kpu yang sudah diakui dalam undang-undang yang berlaku. Situng juga merupakan instrumen dalam menjamin keterbukan informasi.

Bawaslu meminta agar KPU tetap berhati-hati mengenai ketelitian, akurasi dalam memasukkan data dalam aplikasi sistem agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. KPU juga diminta untuk memperhatikan setiap masukan perbaikan dari publik.

Keputusan ini sesuai dengan surat putusan Bawaslu nomor: 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019 berdasarkan hasil sidang putusan yang diselenggarakan. Untuk itu berikut beberapa fakta lengkap mengenai keputusan ini.

Masalah yang Dilaporkan

Sejumlah dugaan kecurangan dilaporkan oleh BPN Prabowo-Sandi terkait Pemilu 2019 lalu. Dugaan itu diantaranya dua keputusan yang keluar dari sidang yang digelar di kantor Bawaslu pada Kamis, 16 Mei 2019 lalu. Dua keputusan tersebut adalah proses pendaftaran lembaga survei pada quick count. Dan kedua adalah mengenai pelanggaran terkait kesalahan dan permasalahan pada Situng KPU.

Keputusan Bawaslu

Bawaslu putuskan Situng KPU sebagai pelanggaran
Bawaslu putuskan Situng KPU sebagai pelanggaran

Bawaslu melalui sidang putusan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Bawaslu Abhan, memutuskan bahwa yang dilakukan KPU pada tata cara pendaftaran dan pelaporan lembaga survei quick count merupakan sebuah pelanggaran.

KPU dinilai tidak transparan saat mengadakan pelaksanaan pendaftaran penghitungan cepat. Selain itu, KPU juga terbukti secara sah tidak memberikan pemberitahuan tertulis agar lembaga survei melaporkan metodologi dan sumber dana yang digunakan untuk melakukan penghitungan cepat tersebut. Selain itu juga melanggar prosedur dan tata cara input data Situng KPU, seperti yang tertulis pada surat putusan.

Akibat dari Keputusan Bawaslu

Tentu saja kedua keputusan tersebut memberikan efek bagi masing-masing, terlebih bagi KPU selaku pihak terlapor. KPU juga diminta untuk mengumumkan nama lembaga survei yang melakukan proses hitung cepat dan belum melaporkan metodologi dan sumber dananya.

Situng KPU juga diminta untuk diperbaiki mengenai tata cara serta prosedur saat melakukan proses input data pada situng.

Respons KPU

Meskipun dinyatakan bersalah, KPU memberikan apresiasi kepada Bawaslu yang dinilai menganut kesamaan keterbukaan informasi. Melalui Komisionernya, Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bawaslu. KPU juga menyatakan kesamaan komitmen dengan Bawaslu terkait keterbukaan informasi sehingga Bawaslu tidak memerintahkan menutup Situng KPU.

Sehingga penghitungan di Situng akan tetap dilanjutkan oleh KPU karena tidak diinstruksikan untuk berhenti oleh Bawaslu.

Tanggapan Pihak BPN

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga sebagai pihak pelapor menyebut keputusan Bawaslu tersebut sebagai sesuatu yang memiliki dampak besar. Seperti yang disampaikan oleh Sufmi Dasco Ahmad selaku Direktur Hukum dan Advokasi BPN, bahwa KPU disebut melakukan pelanggaran yang serius dan tidak seharusnya dilakukan. Situng KPU dan quick count menurut dia bisa memberikan pengaruh besar pada masyarakat.

Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh BPN Prabowo-Sandiaga belum dibocorkan kepada publik. Yang jelas menurut Dasco, kedua putusan tersebut sangat berguna dan penting bagi langkah pihak ini selanjutnya.

Hingga hari ini, dilihat dari Situng KPU pada Jumat, 17 Mei 2019, pukul 08.30 WIB, data yang sudah masuk sekitar 86,00639 persen atau sekitar 699.533 TPS. Berdasarkan hasil real count KPU tersebut, data yang telah masuk untuk paslon 01 Jokowi-Ma’ruf sebanyak 73.804.946 suara (56,01%) dan Prabowo-Sandiaga 57.974.688 suara (43,99%).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here