Bawaslu: STTP Prabowo di Masjid Kauman Kegiatan Pribadi

0
93
Ilustrasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
Ilustrasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). istimewa

Elahan.comBawaslu Kota Semarang mengaku telah menemukan STTP bersangkutan pekerjaan salat Jumat capres Prabowo Subianto di Masjid Kauman Semarang. Surat tersebut memberitahukan bahwa urusan capres nomor urut 02 tersebut merupakan urusan pribadi.

Ketua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Semarang Muhammad Amin mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) acara salat Jumat capres nomor urut 02 tersebut kemarin.

Amin mengatakan “Di STTP pekerjaan pribadi, bila kegiatan individu kita (Bawaslu) enggak dapat melarang orang beribadah,” ungkapnya, Kamis (14/2).

Terkait adanya pihak pengurus masjid yang keberatan berhubungan salat Jumat ketua partai Gerindra tersebut, Bawaslu, lanjut Amin, tidak beraksi ke ranah itu. Kecuali andai kegiatan Prabowo di masjid tersebut dipenuhi dengan kampanye.

Amin menuturkan “Kemarin ada di antara pengurus keberatan. Nah Bawaslu tidak masuk di ranah itu, kalau tersebut kegiatan individu monggo. Kecuali konten lokasi ibadah dijadikan kampanye, tersebut tidak boleh.”

Namun demikian, pihaknya masih mengkonsultasikan masalah tersebut kepada Bawaslu provinsi. Bawaslu kota Semarang nantinya bakal tetap mengerjakan pemantauan terhadap pekerjaan capres nomor urut 02 tersebut ketika salat Jumat di masjid Kauman Semarang.

Amin menjelaskan “Kalau terdapat statement Takmir masjid menampik bukan ranah kami. Kita tetap mengerjakan pemantauan. Benar tidak dipakai kampanye. Kalau tersebut dilanggar, sebenarnya STTP-nya pekerjaan pribadi dapat kita tindak.”

KH Hanief Ismail selaku Ketua Takmir Masjid Kauman Semarang, mengaku keberatan adanya rencana salat Jumat capres nomor urut 02 di masjid tersebut pada Jumat (15/2). Ismail menengarai pekerjaan capres nomor urut 02 tersebut di masjid itu ialah mempolitisir sekaligus menggunakan masjid guna kepentingan politik.

Ismail mengatakan “Kami semua Nadlir atau Takmir masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana salat Jumat Prabowo tersebut. Tolong ucapkan ke Bawaslu supaya mengambil perbuatan yang perlu cocok aturan hukum,.”

Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang tersebut juga menyinggung bahwa pihaknya tidak pernah mendapat surat dari koalisi kampanye Prabowo Subianto – Sandiaga Uno maupun dari partai pengusung paslon tersebut. Maka peristiwa bakal digelarnya salat Jumat oleh ketua partai Gerindra tersebut dan pendukungnya di Masjid Kauman, tidak melibatkan Nadlir atau Takmir Masjid. Secara sah maupun secara informal, pihak takmir mengaku tidak pernah mengamini atau memberi izin.

“Kami mempersilakan siapa saja boleh salat di Masjid Kauman. Setiap muslim boleh salat Jumat di sini. Termasuk musafir. Tapi bila untuk pencitraan kampanye, tersebut berpotensi melanggar aturan dan menodai kebersihan masjid sebagai lokasi ibadah,” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here