Beberapa Tradisi Unik Menyambut Ramadan

0
26
Tradisi menyambut ramadan di beberapa daerah
Tradisi menyambut ramadan di beberapa daerah

Elahan.com, Menyambut ramadan memang banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang beraga Islam. Tradisi ini kebanyakan berasal dari kepercayaan yang sudah ada sebelum Islam masuk dan berkembang di sini.

Sudah tidak heran jika tradisi Islam mendapat akulturasi dari berbagai budaya dan agama. Termasuk menjelang bulan puasa. Ada beberapa tradisi yang unik di berbagai kota di Indonesia sebagai semarak memasuki bulan yang penuh berkah.

Tradisi Bajong Banyu di Magelang

Bajong Banyu adalah tradisi membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Hingga saat ini tradisi Bajong Banyu masih dijaga warga Dawung di Magelang, Jawa Tengah. Cara perayaan tradisi ini juga cukup menarik. Sejak pagi warga akan berkumpul di lapangan desa. Lalu warga akan beranjak ke sumber air utama bagi kehidupan warga yang bernama Tuk Dawung. Sumber air ini hanya berjarak 500 meter. Air yang sudah diambil lalu dikumpulkan ke dalam kendi besar yang ada di lapangan desa. Acara ini ditutup dengan perang air dan pembacaan doa.

Tradisi Meugang di Aceh

Tradisi Meugang ini sudah ada sejak zaman kerajaan pimpinan Sultan Iskandar Muda yang dilakukan dua hari menjelang puasa. Meugang ini sebagai bentuk rasa syukur karena sudah 11 bulan mencari nafkah. Bahkan ada yang melaksanakan tradisi ini hingga tiga kali dalam setahun, pada awal ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pada acara ini mereka memasak daging jumlah yang banyak dan dinikmati bersama keluarga, berbagi dengan yayasan yatim piatu serta dibawa ke masjid.

Tradisi Balimau di Sumatera Barat

Sudah menjadi tradisi di Sumatera Barat menyambut ramadan dengan mandi menggunakan jeruk nipis di kawasan aliran sunngai atau tempat pemandian. Tradisi ini disebut Balimau. Zaman dulu belum ada sabunseperti sekarang, sehingga masyarakat membersihkan tubuh dengan jeruk nipis. Masyarakat Minangkabau menganggap tradisi ini untuk membersihkan diri lahir dan batin.

Megengan di Surabaya

Tradisi megengan untuk menyambut bulan ramadan
Tradisi megengan untuk menyambut bulan ramadan

Ketika menjelang bulan puasa, beberapa daerah di Surabaya biasanya membagikan kue apem yang disebut dengan tradisi Megengan. Tradisi ini menjadi simbol akan datangnya bulan suci ramadan. Tidak jarang juga pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur turut mengadkan acara ini dengan ikut membagikan kue apem. Pada tradisi ini juga diikuti dengan kegiatan saling meminta maaf kepada keluarga, saudara, tetangga, kerabat, dan lainnya.

Dandangan di Kudus

Lain hanya dengan tradisi lama para santri di Kudus, Jawa Tengah. Setiap menjelang masuknya bulan puasa, para santri biasanya berkumpul di depan Masjid Menara Kudus untuk menunggu kepastian awal puasa dari Syeikh jafar Shodiq. Tradisi ini dikenal dengan Dandangan yang di masa kini lebi dikenal sebagai pasar malam menjelang puasa karena momen ini dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan. Tradisi Dandangan biasanya dilakukan di alun-alun kota. Bahkan sekarang ada penampilan berbagai atraksi dari masyarakat di depan pendopo kabupaten.

Nyorog di DKI Jakarta

Masyarakat Betawi punya cara yang unik untuk menyambut bulan ramadan. Mereka biasanya membagikan bingkisan makanan kepada orang-orang terdekat yang disebut dengan Nyorog. Dulunya bingkisan makanan itu berupa makanan siap saji, seperti lauk, nasi, sayuran, dan lainnya. Tetapi sekarang isinya sudah berubah menjadi makanan pokok seperti sirup, gula, biskuit, kopi, teh, dan sejenisnya. Inti dari tradisi Nyorog ini ialah untuk mempererat hubungan persaudaraan dan menjalin tali silaturrahmi. Serta saling mengingatkan bahwa bulan puasa akan segera tiba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here