Begal Ditembak Setelah Ancam Petugas dengan Senjata tajam

0
42
begal ditembak akibat melawan petugas
Seorang begal terpaksa ditembak oleh petugas akibat melawan

elahan.com, Petugas kepolisian terpaksa menembak betis kiri seorang pelaku begal lantaran melawan saat akan ditangkap.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi mengatakan, peringkusan pelaku begal bernama Tobat Nasuha dilakukan tak jauh dari rumahnya di Dusun Kedungbader, Desa Japanan, Mojowarno, Jombang, Minggu, 5 Agustus 2018, sekitar pukul 12.30 WIB. Tersangka diketahui bertempat tinggal di Jalan Wanara, Desa Japanan.

Saat akan diringkus, lanjut Gatot, pria berusia 34 tahun itu nekat melawan petugas kepolisian dengan senjata tajam yang ia bawa. Tersangka pun terpaksa dilumpuhkan petugas dengan menembak betis kaki kirinya.

Tobat menjadi buruan polisi akibat kejahatan begal dan kekerasan yang ia lakukan. “Karena kasus begal sepeda motor, tersangka melukai korban,” ungkap Gatot pada kegiatan jumpa pers di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin, 6 Agustus 2018.

Tobat tak menjalankan aksi kejahatannya sendirian. Ia melakukannya bersama komplotannya yang hingga kini masih buron. beberapa rekan Tobat di antaranya K (25), KO (29) dan KHO (30) yang ketiganya berasal Mojowarno, serta satu pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Kelima pelaku begal membegal Sabit Sahdat (14), warga Desa Japanan, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jumat, 22 Juni 2018 pada pukul 22.30 WIB. Saat dibegal, korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra X dengan nomor polisi W 5471 PG. Ia membonceng temannya yang bernama Zaenal Abidin.

Korban sedang dalam perjalanan dari rumahnya menuju ke Mojoagung. Sampai di jalan sepi Desa Kedunglumpang, Mojoagung, tiba-tiba korban dihadang oleh komplotan Tobat. Awalnya, modus para pelaku adalah berpura-pura menanyakan tempat hiburan kuda lumping di daerah tersebut kepada sang korban.

Setelah mendapat tekanan dari para pelaku, Zainal berhasil kabur, namun Sahdat tak sempat lari. “Korban yang tak sempat lari, dirampas ponselnya,” kata Gatot menceritakan kronologi pembegalan.

Tak puas dengan rampasan ponsel, menurut Gatot, Tobat dan komplotannya menggeledah saku celana korban. Mereka mencari uang dan barang berharga lain. Saat sedang digeledah itulah, korban berusaha kabur. Kemudian Tobat membacok punggung korbannya yang masih berusia 14 tahun itu dengan celurit.

Korban yang menerima bacokkan dipunggungnya kemudian tersungkur. Motornya lalu dibawa kabur oleh para pelaku.

Dengan kondisi luka di punggungnya, korban melapor ke Polsek Mojoagung, dengan didampingi orang tuanya. Sementara itu, Tobat dan komplotannya telah menjual sepeda motor dan ponsel hasil rampasan. Kedua barang itu hanya laku terjual dengan harga Rp 900 ribu.

Menurut Gatot, uang yang didapatkan oleh para pelaku digunakan untuk membeli minuman keras.

Berbekal keterangan dari korban, polisi berhasil meringkus Tobat setelah mengintainya selama sebulan lebih. dari hasil penangkapan, terungkap bahwa pelaku ternyata seorang residivis yang sudah 4 kali dipenjara dengan kasus serupa.

Gatot kemudian menjelaskan, nama Tobat telah diganti oleh orang tuanya. Sebelumnya, ia bernama Udin. Hal itu dilakukan dengan harapan ia berhenti menjadi begal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here