Berikut Kalender Astronomi 2019 yang Harus Kamu Tahu

0
61
Fenomena gerhana bulan
Fenomena gerhana bulan

Elahan.com, Setelah fenomena gerhana bulan total (supermoon) pada 31 Januari 2019 dan 19 Februari 2019 lalu dengan jarak 356.846 kilometer dari Bumi. Ini merupakan jarak terdekat sehingga disebut sebagai Bulan purnama supermoon.

Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang terjadi ketika bayangan bumi terlihat sangat cantik dan dinikmati oleh banyak orang meski hanya sesaat saja. Dimana posisi bulan dan matahari saling beroposisi. Tetapi, tidak semua posisi ini menyebabkan terjadinya gerhana, sebab bidang orbitnya miring 5 derajat terhadap bidang ekliptika.

Gerhana bulan supermoon
Gerhana bulan supermoon

Perpotongan antara bidang orbit dengan bidang ekliptika ini menghasilkan dua titik node. Gerhana baru terjadi saat bulan dan matahari beroposisi teradap node di posisi 16,5 derajat. Tidak semua fenomena gerhana membuat bulan tidak terlihat untuk sementara. Ada juga fenomena gerhana yang bisa menampakkan bulan bercahaya berbagai warna seperti merah, tembaga, serta jingga.

Penyebabnya adalah karena masih ada cahaya matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi yang menyebabkan spektrum cahaya berwarna merah. Akibat dari adanya fenomena ini, tentu saja memberikan dampak pada bumi.

Fenomena air laut pasang merupakan dampak dari terjadinya gerhana. Jenis gerhana yang terjadi juga mempengaruhi durasi terjadinya air pasang. Jika terjadi gerhana total, maka air laut pasang terjadi selama tiga hari bahkan terjadi ombak keras hingga banjir.

Selain itu, bumi juga akan mengalami penurunan temperatur tetapi tidak signifikan. Berbeda dengan gerhana matahari yang menyebabkan penurunan temperatur yang begitu terasa. Kondisi hewan liar juga berdampak selama fenomena gerhana ini. Mitosnya gerhana berpengaruh pada kehamilan tetapi belum ada bukti penelitiannya.

Berikut catatan tanggal terjadinya fenomena gerhana bulan dan gerhana matahari yang terjadi di tahun ini. Buat kamu yang sebelumnya ketinggalan menyaksikan fenomena alam ini saat awal tahun lalu, berikut tanggal-tanggal yang diprediksi akan terjadi gerhana lagi.

6 Januari 2019

Tahun ini dibuka dengan fenomena gerhana matahari yang terjadi pada 6 Januari lalu yang merupakan gerhana matahari parsial. Gerhana matahari ini terjadi di Pasifik Utara. Orang-orang yang tinggal di wilayah Asia Timur Laut dan Pasifik Utara yang bisa melihatnnya. Sayangnya tidak terlihat di langit Indonesia.

20-21 Januari 2019

Sebagian wilayah Eropa dan seluruh Amerika akan dihiasi pemandangan langit malam yang indah dengan fenomena gerhana yaitu bulan total. Sama saja, di Indonesia gerhana ini tidak bisa disaksikan karena perbedaan zona waktu.

2 Juli 2019

Pertengahan tahun nanti akan terjadi gerhana matahari total di belahan bumi bagian selatan selama 4 menit 33 detik. Jika kamu tertarik untuk melihatnya, kamu bisa menuju lokasi Pasifik selatan seperti di negara Argentina dan Chile.

16 Juli 2019

Selang beberapa waktu dari gerhana matahari total di Pasifik Selatan, akan ada gerhana bulan sebagian di beberapa bagian saja seperti di langit Eropa, Afrika, Australia, dan Asia Selatan.

26 Desember 2019

Fenomena alam yang menakjubkan yang menghiasi langit di tahun 2019 akan ditutup dengan gerhana matahari cincin sehari setelah harir Natal. Gerhana matahari cincin ini terjadi ketika bulan berada di posisi terjauh dari Bumi yang membuat bulan tidak menutupi matahari. Gerhana ini akan terlihat di langit Semenanjung Saudi Arabia, Sri Lanka, India Selatan, dan sebagian wilayah Indonesia.

Gerhana bulan dan gerhana matahari memang menjadi fenomena alam yang akan menyita perhatian karena tidak terjadi setiap saat. a

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here