Berita Terkini: Ini Strategi Sri Mulyani Kelola Utang Negara

0
89
Sri Mulyani Untuk Pilpres 2019
Sri Mulyani Dalam Bursa Cawapres di Pilpres 2019

elahan.com, Berita terkini, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan pemerintah akan tetap mengelola utang dan defisit APBN 2018 sesuai aturan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya telah mencatat utang pemerintah per Mei 2018 sudah turun sebesar Rp 11,52 triliun ke Rp 4.169,09 triliun.

Sri Mulyani juga mengatakan strategi pengelolaan utang akan dilakukan dengan hati-hati. Apalagi, desain APBN tahun depan masih mengandalkan utang guna menutupi defisit anggaran. “…Dapat disusun APBN yang defisit, pembiayaannya dapat ditutup dari sumber-sumber pembiayaan yang aman,” kata Sri di ruang rapat paripurna DPR RI, Jakarta, pada Selasa, 17 Juli 2018.

Ini, kata Sri Mulyani, sejalan dengan Pasal 12 ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara, bahwa dalam hal anggaran diperkirakan defisit, lalu ditetapkan sumber-sumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam undang-undang tentang APBN.

Kebijakan tersebut juga, menurutnya, dilaksanakan dalam batas rasio defisit anggaran terhadap PDB maksimal sebesar 3persen dan rasio total pinjaman terhadap PDB maksimal sebesar 60 persen.

Sri juga mengklaim telah berhasil menjaga defisit APBN 2017 pada tingkat relatif rendah, yaitu 2,49 persen terhadap PDB, masih di bawah batas maksimal sesuai UU.

Kebijakan pembiayaan akan terus dilakukan dengan pengendalian rasio utang terhadap PDB. Selain itu, juga dengan memanfaatkan utang untuk kegiatan produktif dan menjaga keseimbangan makro, mengembangkan dan mengoptimalkan pembiayaan yang kreatif dan inovatif untuk mengakselerasi pembangunan serta meningkatkan akses pembiayaan untuk UMKM.

Tak hanya itu, kebijakan juga dilakukan dengan menyempurnakan kualitas perencanaan investasi Pemerintah, juga dengan mendukung upaya peningkatan ekspor, dan membuka akses pembiayaan pembangunan dan investasi kepada masyafakat dengan lebih luas.

Menurutnya, dalam pengelolaan disiplin anggaran pemerintah telah dan akan terus menggunakan pinjaman. Dengan catatan pinjaman hanya untuk mendanai program-program produktif yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Program-program tersebut juga tidak seluruhnya akan menghasilkan aset tetap bagi pemerintah pusat. Selain itu, program-program yang sudah dijalankan, misalnya pembangunan infrastruktur juga dapat mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan kualitas pendidikan yang akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here