BJ Habibie Meninggal Dunia, Berikut 5 Warisan Besar yang Ditinggalkan

0
19
BJ Habibie meninggal dunia
BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019

Elahan.com, BJ Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun. Presiden ke-3 Indonesia ini menutup usia pada Rabu, 11 September 2019 sekitar pukul 18.05 WIB setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto.

Banyak masyarakat Indonesia yang terkejut dengan kabar meninggal BJ Habibie. Menurut sang anak, Thareq Kemal Habibie, Habibie meninggal karena faktor usia dan gagal jantung.

Putra terbaik bangsa Indonesia ini memiliki banyak sekali prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Semasa hidupnya Habibie menemukan beberapa hal yang penting, yang menjadi warisan bagi masyarakat Indonesia juga dunia. Mulai dari lembaga hingga teori yang dia buat sangat berpengaruh di dunia internasional.

Berikut warisan yang ditinggalkan Habibie

1. The Habibie Center

The Habibie Center ini didirikan pada 10 November 1998 yang merupakan yayasan dengan tujuan memajukan modernitas dan demokrasi di Indonesia. Tujuan ini tentu saja berdasar pada moralitas dan integritas budaya juga nilai-nilai agama.

Ada dua misi utama The Habibie Center yaitu menciptakan masyarakat demokratis secara baik secara cultural dan structural dengan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia (HAM), mengkaji dan mengangkat isu-isu mengenai perkembangan demokrasi dan HAM. Selain itu, misi lainnya adalah memajukan pengelolaan sumber daya manusia dan usaha sosialisasi teknologi.

Di The Habibie Center, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya sebatas teknologi saja, tetapi juga memiliki arti luas, yaitu mengenai politik, ekonomi, hokum, filsafat, rekayasa, kedokteran dan bioteknologi, social, agama, serta kebudayaan.

Kegiatan The Habibie Center juga memberikan Anugerah Habibie berupa award, sering melakukan diskusi mengenai sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Badan pemerintahan non-kementerian di bawah koordinasi Kemristek Dikti ini bermula dari gagasan Presiden Soeharto pada Habibie pada 28 Januari 1974. BJ Habibie diangkat jadi penasihat pemerintah di bidang advance teknologi dan teknologi penerbangan. Nantinya bertanggung jawab langsung pada presiden dengan membentuk Divisi Teknologi dan Teknologi Penerbangan (ATTP) Pertamina.

ATTP kemudian diubah menjadi Divisi Advance Teknologi Pertamina tahun 1976, lalu diubah menjadi BPPT melalui Keppres Nomor 25 tanggal 21 Agustus 1978 dan diperbaharui dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 47 tahun 1991.

3. Teori Habibie

BJ Habibie Meninggal
BJ Habibie meninggalkan banyak jasa dan penemuan

Teori Crack Propagation atau dikenal dengan teori Habibie yang merupakan penemuan letak titik awal retakan pada pesawat. Kemudian temuan ini jadi solusi untuk masalah panjang yang diakibatkan oleh ratakan bagian sayap dan badan pesawat. Retakan ini diakibatkan oleh guncangan yang dialami pesawat selama take off dan landing.

Perhitungan yang dilakukan Habibie bahkan sangat detail hingga ke tingkat atom pesawat terbang. Ini menjadi penemuan yang sangat besar di dunia penerbangan. Bahkan teori Habibie ini dipakai di industry penerbangan di seluruh dunia karena berhasil meningkatkan standard keamanan bagi pesawat terbang. Dari penemuan inilah Habibie dijuluki Mr. Crack.

4. Perkembangan industri pesawat pertama

Kemudian di tahun 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi insutri pertama di kawasan Asia Tenggara. Setelah itu berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) padda 11 Oktober 1985. Setelahnya menjadi Dirgantara Indonesia (PT DI) tahun 2000.

Selain itu, Habibie memimpin industry-industri strategis seperti IPTN, Pindad, PAL, yang member hasil berupa pesawat terbang, senjata, helicopter, serta kemampuan pelatihan. Ada juga jasa pemeliharaan untuk mesin pesawat, kapal, tank, amunisi, senapan kaliber, water canon, kendaraan RPP-M, kendaraan combat, dan sebagainya yang berhubungan dengan keperluan sipil dan militer.

5. Pesawat Pertama Indonesia N250 Gatotkaca

BJ Habibie berhasil memimpin pembuatan pesawat N250 Gatotkaca. Pesawat ini menjadi pesawat pertama buatan Indonesia, dirancang dan didesain langsung oleh Habibie sehingga berhasil terbang melewati Dutch Roll. Teknologi pesawat ini juga canggih yang dipersiapkan untuk 30 tahun ke depan. Untuk melengkapi desain awal, Habibie butuh 5 tahun. Bahkan pesawat ini menjadi satu-satunya pesawat turboprop di dunia dnegan Fly by Wire.

Pesawat N250 tersebut sudah terbang 900 jam dan masuk sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration). Proyek lainnya, BJ Habibie ikut mendesain dan menghitung pembuatan beberapa pesawat terbang seperti Vertical Take Off and Landing (VTOL) pesawat angkut DO-31, Airbus A-300, pesawat angkut militer TRANSALL C-130, dan beberapa lainnya. Serta secara tidak langsung Habibie juga ikut mendesain helicopter BO-105, Multi Role Combat Aircraft dan proyek rudal dan satelit lainnya.

Kini, BJ Habibie meninggal dunia dengan berbagai prestasi yang sudah ditorehkan untuk mengharumkan nama bangsa.   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here