BMKG Memberikan Peringatan Dini Adanya Gelombang Tinggi

0
104
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisila atau BMKG
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisila atau BMKG (istimewa)

elahan.com – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meterologi kelas II Maritim Tanjung Emas, Semarang telah memberikan peringatan dini tentang gelombang tinggi di Laut Jawa.

Peringatan yang dikeluarkan BMKG tersebut berlaku mulai Senin (28/1/2019) sampai Kamis (31/1/2019) pukul 07.00 WIB.

“BMKG menghimbau bagi aktivitas pelayaran maupun aktivitas di laut lainnya agar mewaspadai potensi gelombang tinggi untuk tiga hari ke depan,” ungkap Prakirawan, Shafira Tsanyfadhila, Senin (28/1/2019).

“Tinggi gelombang berkisar 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Jawa, perairan utara Jawa Tengah serta perairan selatan Kalimantan dalam tiga hari ke depan,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi adanya tropical cyclone “Riley” di Samudera Barat Australia dengan pusat tekanan 977 hPa dan kecepatan maksimum 60 Knot. Teridentifikasi juga adanya pola sirkulasi massa udara di barat daya Meulaboh.

BMKG mengidentifikasi pola sirkulasi massa udara di barat daya Meulaboh dan pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah barat laut menuju timur laut dengan kecepatan berkisar antara 7 hingga 25 Knot.

Sementara itu, untuk wilayah selatan Indonesia umumnya angin bertiup dari arah barat menuju barat laut dengan kecepatan berkisar antara 7 hingga 30 Knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, perairan Jawa bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud dan Laut Arafuru,” kata Shafira.

Dia juga menambahkan bahwa potensi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Jawa, perairan utara Jawa Tengah hingga wilayah perairan selatan Kalimantan.

BMKG menghimbau agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut lainnya. seperti perahu nelayan pada saat kecepatan angin lebih dari 15 Knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Selanjutnya kapal tongkang pada kecepatan angin lebih dari 16 Knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal ferry pada kecepatan angin lebih dari 21 Knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Selain itu juga kapal berukuran besar (kapal kargo) pada kecepatan angin lebih dari 27 Knot dengan tinggi gelombang di atas 4 meter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here