Cara Memilih Pemimpin yang sesuai dengan Generasi Z

0
21
Cara Memilih Pemimpin Generasi Z yang ideal
Cara Memilih Pemimpin yang ideal untuk Generasi Z

elahan.com, Setiap pemimpin punya cara memimpin yang berbeda-beda. Setiap cara akan bernilai benar apabila diposisikan dengan situasi dan kondisi yang tepat. Seorang pemimpin harus tau siapa yang ia pimpin, bagaimana karakternya, dan apa tindakan yang harus dilakukan agar tercipta lingkungan kerja yang produktif.

Hakikatnya, pemimpin bukanlah orang yang mengerjakan semua pekerjaan, namun membantu orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Seorang pemimpin harus memberikan hasil kerja, tapi hasil pekerjaan tersebut bergantung pada orang lain. Dengan demikian, pemimpin dipilih ataupun terpilih harus menyesuaikan dengan anggota yang dipimpinnya. Beda anggota beda cara memimpinnya.

Saat ini, era digital yang serba teknologi memang sangat akrab dengan generasi Z. Bahkan pada dekade terakhir, generasi Z menjadi objek penelitian mulai dari preferensi politik, ekonomi hingga gaya hidup. Karena generasi Z dianggap sebagai masa depan.

Generasi Z semakin digadang-gadangkan di Indonesia, apalagi sejak menyeruak isu bonus demografi 2030. Dimana saat itu jumlah kelompok usia produktif (umur 15-64 tahun) jauh melebihi kelompok usia tidak produktif (anak-anak usia 14 tahun ke bawah dan orang tua usia 65 tahun ke atas).

Selain itu, generasi Z juga sudah melek internet dari kecil sehingga mereka lebih jago dalam berbisnis dan lebih peduli soal isu lingkungan. Generasi Z juga generasi yang paling beragam sehingga cenderung memiliki pemikiran terbuka dan toleransi yang tinggi. Namun, generasi Z sangat mudah mengalami stres.

Cara Memilih Pemimpin untuk Generasi Z
Cara Memilih Pemimpin yang sesuai dengan Generasi Z

Generasi Z memiliki karakteristik yang tidak sama dengan generasi lain. Sehingga, dalam memimpin pun tidak dapat disamakan dengan cara memimpin generasi sebelumnya. Generasi Z membutuhkan pemimpin yang sesuai dengan karakteristinya.

Dalam memilih pemimpin yang sesuai dengan generasi Z, ada empat cara yaitu sebagai berikut:

1. Encouraging Ideas

Pilihlah pemimpin generasi Z haruslah yang mendorong mereka menyampaikan ide-ide kreatif dan inovatif. Ini berfungsi meningkatkan motivasi generasi Z karena merasa sangat dihargai dan sangat dilibatkan.

2. Modifying Ideas

Pilihlah pemimpin generasi Z harus mampu memodifikasi ide-ide mereka. ini berfungsi memberikan sentuhan atau perbaikan pada ide-ide generasi Z yang terkadang belum realitis atau belum dapat dilaksanakan.

3. Providing Feedback

Pilihlah pemimpin generasi Z harus menghadirkan umpan balik. Ini berfungsi mendorong generasi Z untuk mampu belajar memahami dirinya seperti kelebihan dan kekurangan tanpa merasa direndahkan.

4. Give Alternative and Limited Direction

Pilihlah pemimpin generasi Z harus mengarahkan dengan arahan terbatas. Ini berfungsi membangkitkan semangat generasi Z untuk menunjukan kemampuan mereka.

Selain keempat cara tersebut, Ki Hajar Dewantara sebenarnya telah memberikan pedoman yang tepat dan dapat digunakan secara general untuk semua generasi. Pilihlah pemimpin yang mampu menjalankan ing ngarsa sung tuladha artinya senantiasa memberi teladan dan aksi nyata atas setiap pernyataan bijaknya. Juga ing madya mangun karsa yaitu pemimpin yang mampu menjadi motor penggerak dan pemompa semangat. Terakhir, tut wuri handayani artinya yang berada di belakang mendorong anggotanya untuk bergerak.

Sejalan dengan itu, John Quincy Adams mengatakan, “If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader.” Pemimpin yang sesuai generasi Z dipilih dengan cara memahami apa yang dibutuhkan generasi Z. Generasi Z membutuhkan pemimpin yang mampu menginspirasi anggotanya untuk bermimpi, belajar, berbuat dan berkeinginan menjadi lebih lagi dari apa yang ia lakukan dan katakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here