Cuaca Buruk di Sejumlah Daerah, Aktivitas Perairan Jadi Terhambat

0
43
Cuaca buruk di pinggir pantai
Cuaca buruk seperti angin kencang di pinggir pantai

Elahan.com, Cuaca buruk berupa angin kencang melanda perairan laut Jawa mengganggu pelayaran sehingga membuat nelayan enggan melaut serta tidak berani melaut terlalu ke tengah demi menangkap ikan. Hal ini berakibat pada hasil ikan yang menurun drastis pasa Senin pagi, 22 Juli 2019.

Kondisi ini juga dirasakan oleh nelayan di Cirebon, khususnya nelayan-nelayan kecil yang hanya menggunakan kapal 3 gross ton. Bahkan sebagian besar nelayan ada yang tidak ikut melaut karena cuaca yang tidak bersahabat.

Kapal yang tidak berlayar disandarkan di muara desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Cirebon. Ada yang memperbaiki kapal dan alat tangkap ikan ketika tidak sedang melaut.

Cuaca buruk di perairan
Cuaca buruk berupa angin kencang di perairan

Pilihan untuk tidak melaut karena tidak mau mengambil risiko tinggi karena kapal dengan kapasitas 3 gros ton tidak kuat untuk melawan cuaca buruk seperti angin kencang dan juga ombak tinggi di tengah laut yang sedang terjadi.

Ketinggian ombak ini bahkan mencapai satu hingga dua meter di tengah laut. Tetapi sebagian nelayan lainnya tetap memilih untuk melaut untuk mencari ikan. Namun, mereka biasanya hanya melaut dengan jarak 5 hingga 7 kilo meter saja dari bibir pantai. Mereka tidak berani untuk sampai ke tengah laut.

Tentu saja jarak yang tidak terlalu jauh membuat hasil tangkapan pun menurun drastis, jika dibandingkan dengan melaut hingga ke tengah laut. Dalam semalam nelayan ini hanya bisa mendapatkan ikan 20-30 kilogram ikan saja. Padahal jika nelayan ini mencapai tengah laut, mereka bisa menangkap hingga 50 kilogram ikan hanya dalam waktu satu malam saja.

Tidak hanya di Cirebon, Kapal Motor Penumpang (KMP) Teluk Singkil juga tidak beroperasi untuk sementara waktu karena angin kencang yang terasa Minggu, 21 Juli 2019. KMP ini biasanya digunakan sebagai transportasi penyeberangan dari Kabupaten Aceh Singkil ke Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Penundaan penyeberangan ini disampaikan oleh pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) yang disebarkan pada penumpang. Cuaca buruk yang terjadi membuat keberangkatan, mau tidak mau, ditunda.

Selain itu, dalam imbauannya juga disampaikan bahwa, sesuai dengan prakiraan BMKG, tinggi gelombang bahkan mencapai 2,5 meter hingga 4 meter.

Pengoperasian kapal selanjutnya menunggu cuaca kembali normal dan jika sudah mendapat ijin dari syahbandar.

Pada Jumat, 19 Juli 2019 lalu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir maupun nelayan Aceh agar mewaspadai gelombang laut yang tingginya mencapai empat meter. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga tiga hari ke depannya.

Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan kecepatan angin. Di mana kecepatan angin akan berpengaruh pada gelombang tinggi di sejumlah wilayah di Aceh. Seperti perairan Sabang-Banda Aceh, Utara-Timur Aceh, Selat Malaka Bagian Utara, Samudera Hindia Barat Aceh,  serta Barat-Selatan Aceh.

Selain adanya peningkatan tinggi gelombang, terjadi juga belokan angin dan konvergensi massa udara di atmosfer Aceh. Akibatnya, uap air bertumpuk di wilayah Provinsi Aceh dan terbawa oleh pergerakan massa dari Samudera Hindia ke Laut Cina Selatan. BMKG juga memperkirakan akan tumbuh awan-awan konvektif di Aceh.

BMKG dengan ini mengingatkan agar nelayan tidak melaut, atau jika melaut untuk tidak terlalu jauh hingga ke tengah. Selain itu diharapkan agar para nelayan membawa alat keselamatan dan alat komunikasi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang ada di darat agar mewaspadai angin kencang, bahkan waspada akan adanya angin puting beliung.

Adapun daerah-daerah uang diperkirakan turun hujan lebat adalah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Kota Subulussalam, dan Gayo Lues.

Cuaca buruk ini mengharuskan seluruh masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada demi menjaga keselamatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here