Cuaca Ekstrem Menyambut Datangnya Awal Tahun 2020

0
5
cuaca
Cuaca Ekstrem Menyambut Datangnya Awal Tahun 2020

elahan.com, Awal tahun 2020 disambut dengan cuaca ekstrem yang tidak bersahabat. Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana alam di Indonesia salah satunya adalah banjir. Awal tahun dihadiahkan banjir di berbagai wilayah Indonesia terutama Jabodetabek. Hujan yang terjadi sejak selasa 31 desember 2019 membuat berbagai wilayah Ibu kota dan sekitarnya terendam banjir pada 1 Januari 2020.

Banjir awal tahun juga merendam daerah lainnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, serta daerah lainnya. Bencana ini menyebabkan banyak kerugian di masyarakat. Selain tempat tinggal, barang-barang, kendaraan yang terendam, akses jalan pun banyak yang ditutup dan dialihkan. Diketahui terdapat 35.000 orang mengungsi akibat banjir Jabodetabek dan menelan 30 korban jiwa.

Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa curah hujan yang terjadi di awal tahun 2020 merupakan yang paling ekstrem sepanjang sejarah. BMKG juga memprediksi bahwa curah hujan dalam beberapa pekan kedepan patut diwaspadai. Kondisi tersebut dipicu adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal. Aktifnya muson Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Mengingat kondisi musim hujan yang akan terjadi hingga bulan maret, BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap waspada akan datangnya berbagai bencana terutama banjir. Curah hujan yang ekstrem juga menyebabkan bencana alam lainnya yaitu tanah longsor yang terjadi di daerah kecamatan Sukajaya, Bogor pada 3 Januari kemarin. Akibatnya ratusan rumah warga tertimbun dan menimbulkan korban luka-luka serta meninggal. Saat ini warga mengungsi ke tempat yang lebih aman karena takut akan terjadi lagi hal serupa.

Menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat ini tentu akan banyak sekali dampak yang akan terjadi. Salah satunya berbagai bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa persiapan. Pemerintah pun berupaya untuk membantu mengatasi masalah ini. Masyarakat pun harus tetap memperhatikan upaya-upaya mengatasi kondisi ekstrem untuk menjaga kesehatan serta antisipasi bencana.

Berikut adalah hal-hal untuk masyarakat mengantisipasi bencana alam:

1. Rencana darurat bencana

Mempersiapkan pencegahan serta penanggulangan bencana yang memiliki potensi terjadi di daerah tempat tinggal anda. Mengumpukan berbagai sumber peringatan melalui berbagai media. Perkirakan lokasi, cara mengevakuasi diri dan keluarga, akses jalan yang akan dilalui hingga jalur komunikasi yang digunakan untuk meminta bantuan.

2. Siapkan Tas siaga bencana

Bencana alam bisa saja datang diwaktu yang tidak dapat di perkirakan. Meski terkadang hal ini jarang dilakukan, ada baiknya menyiapkan tas siaga. Tas siaga berisikan perlengkapan dan peralatan pribadi untuk keperluan sehari-hari untuk perbekalan hingga menunggu bantuan.

3. Mengamankan harta benda berharga

Amankan harta benda, aset dan sebagainya agar terhindar dari kerugian bencana alam. Saat ini beberapa aset bisa di duplikasi secara digital dan disimpan di penyimpanan digital seperti google drive atau cloud. Adapun aset berupa benda baiknya juga bisa disimpan di penyimpanan bank dan sebagainya.

4. Ketersediaan tempat berlindung pasca bencana

Perencanaan yang matang juga akan mempermudah kehidupan pasca bencana. Menyiapkan rencana dimana akan tinggal jika terkena bencana, ataupun mendaftarkan asuransi bencana pada tempat tinggal bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi yang baik.

5. Membuat daftar pihak atau lembaga peduli bencana

Ketahui dan simpan informasi lembaga yang peduli dan dapat membantu jika terjadi bencana seperti Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) di daerah anda yang dapat memberikan bantuan saat terjadi bencana.

Selain hal-hal diatas, masyarakat juga perlu mempelajari langkah-langkah penyelamatan diri untuk setiap bencana yang mungkin menimpa diri dan keluarga. Mengingat cuaca ekstrem yang terjadi di awal tahun 2020 yang sudah diinfokan oleh BMKG serta ditinjau untuk lebih mengantisipasi terjadinya bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here