Dampak Pemindahan Ibu Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

0
36
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Elahan.com, Pemindahan ibu kota Indonesia telah ditetapkan. Pemindahan ibu kota akan ditempatkan di pulau Kalimantan yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di sebagian Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Sejumlah pihak pun telah menerka-nerka apa dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berkaitan dengan ini, Insititut For Development of Economic and Finance (INDEF) mengatakan tengah melakukan kajian soal imbasnya pemindahan ibu kota ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. INDEF juga memberikan sejumlah dampak yang akan terjadi akibat adanya pemindahan ibu kota kepada perekonomian Indonesia secara makro.

Dampak yang timbul disimulasikan oleh INDEF pada dua provinsi yang berada di Kalimantan yang dinilai menjadi calon kuat lokasi ibu kota Indonesia yang baru yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Menurut institusi ini, wilayah di pulau Kalimantan yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur merupakan calon kuat untuk menjadi lokasi ibu kota baru. Analisis juga dilakukan terhadap dampak kinerja ekonomi sektoral dan regional.

Hal pertama yang menjadi sorotan adalah dampak dari pemindahan ekonomi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) rill nasional. Kedua wilayah ini pun dianalisis oleh INDEF. Berikut penjelasannya.

Wilayah Kalimantan Tengah memiliki dampak pemindahan ibu kota terhadap PDB rill nasional yang sangat kecil dan tidak memberikan dampak yang terukur, yakni sebesar 0,0001 persen. Akan tetapi pemindahan ibu kota ke wilayah ini memiliki dampak positif terhadap Domestik Reginal Bruto (PDRB) Kalimantan tengah yaitu sebesar 1,77 persen. Tetapi, PRDB terhadap provinsi lainnya dinilai sangat negative kecuali pada provinsi tendekat seperti Kalimantan Barat (Kalbar) yang meningkat sebanyak 0,01 persen.

Dampak pemindahan ibu kota terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Angka-angka ini disebabkan oleh beberapa indicator pembentuk PDB rill, yang salah satunya merupakan konsumsi rumah tangga. Di Kalimantan Tengah, konsumsi rumah tangga akan meningkat sebanyak 2,37 persen dengan pemindahan ibu kota. Namun, pada level nasional terjadi penurunan sebanyak 0,02 persen.

Pertumbuhan investasi juga demikian apabila terjadi pemindahan ibu kota ke Kalimantan Tengah. Tidak jauh berbeda dengan konsumsinya. Investasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) diprediksi mengalami peningkatan sebesar 1,59 persen, akan tetapi secara nasional dinilai dengan jumlah 0.

Indikator lain yaitu belanja negara. Belanja pemerintah meningkat sebesar 0,21 persen secara keseluruhan, namun dampak positif pada wilayah Kalimantan Tengah yaitu sebesar 16,12 persen. Sedangkan efek terhadap provinsi lain adalah 0.

Neraca perdangan juga ikut terkena imbas dengan adanya perpindahan ibu kota ke Kalimantan Tengah. Hal ini disebabkan oleh volume ekspor dan impor yang secara nasional akan diprediksi menurun sebesar 0,01 persen.

Untuk Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai oleh INDEF memiliki dampak yang jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan wilayah Kalimantan Tengah. Adanya pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur diprediksi jika PDB rill secara nasional tidak akan memberikan dampak sebesar 0.00 persen atau tidak ada dampak apapun. Sedangkan untuk PDRB di Kalimantan Timur meningkat sebesar 0,24 persen dan provinsi lainnya juga memiliki potensi yang menunjukan angka yang negatif, kecuali provinsi tetangga yaitu Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengalami peningkatan 0,01 persen dan Kalimantan Utara (Kaltara) sebesar 0,02 persen.

Indikator penyumbang pertumbuhan PDB rill juga mengalami imbas. Salah satunya adalah konsumsi rumah tangga. Di Kalimantan Timur konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan 0,24 persen, namun secara nasional mengalami penurunan 0,04 persen. Investasi rill di Kaltim juga di prediksi akan mengalami peningkatan 0,20 persen dan secara nasional hanya bernilai 0.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here