Debat Putaran Kedua Pilpres 2019 Sempat Ada Kericuhan

0
49
Debat putaran kedua Pilpres 2019
Debat putaran kedua Pilpres 2019 (istimewa)

elahan.com – Debat putaran kedua Pilpres 2019 telah digelar pada Minggu, 17 Februari lalu di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Namun sayangnya, pada debat tersebut sempat terjadi kericuhan saat kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno melakukan komplain.

Kericuhan tersebut terjadi saat jeda, setelah capres Joko Widodo mengeluarkan pernyataan yang dinilai menyerang Prabowo secara personal. Mereka melakukan protes karena Jokowi mengungkap lahan rarusan ribu hektare milik Prabowo di Kalimantan dan Aceh.

Kubu BPN langsung mendatangi para Komisioner KPU yang ada di arena debat tersebut. Menurut juru bicara BPN Ferdinand Hutahean, perbuatan protesnya itu sempat ditenangkan oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, yang ikut hadir pada debat tersebut.

“Ya itu betul, saat itu saya mengajukan protes keras kepada KPU dan Bawaslu untuk segera menegur Jokowi secara terbuka. Serta mengingatkan bahwa Jokowi salah karena melanggar aturan dan tata tertib debat, yang tidak memperbolehkan menyerang secara pribadi,” kata juru bicara BPN, Ferdinand Hutahean pada Senin (18/2/2019).

“KPU dan Bawaslu sepertinya tidak berani dan saya tetap keras. Akhirnya Luhut yang duduk di kursi mencoba untuk menenangkan saya. Sembari berkata sudah Fer, sudah Fer. Luhut mencoba meredam amarah saya saat itu,” lanjut Ferdinand.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman juga mengakui soal adanya komplain yang dilakukan oleh kubu BPN Prabowo-Sandiaga Uno pada debat kedua Pilpres 2019 itu. Komplain tersebut terjadi saat jeda, setelah Jokowi mengeluarkan pernyataan tentang kepemilikan lahan Prabowo di Aceh dan Kalimantan.

“Ya memang ada komplain, ada yang keberatan soal disampaikannya pertanyaan itu. Tapi kan debat harus berjalan, nanti kalau ada keberatan silahkan saja, betul atau tidak itu sebagaimana yang masuk dalam regulasi,” kata Arief.

Namun, Arief enggan untuk menjelaskan urutan kejadian tersebut. Dirinya mengaku tidak mengingat kejadian tersebut secara detail karena saat kejadian tersebut situasi sedang ramai.

“Tapi untuk kronologi kejaidannya seperti apa, itu crowded sekali jadi saya tidak ingat,” ucap Arief. Kan ada Bawaslu juga di situ langsung mengawasi, hadir dalam ruangan, jadi kita tunggu saja hasil pemeriksaan dari Bawaslu,” pungkas Arief.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here