Kabar Demo Hong Kong Terbaru, Ada Serangan dari Kelompok Berbaju Putih

0
103
Berita demo terbaru di Hong Kong
Berita demo terbaru di Hong Kong semakin mencekam

Elahan.com, Kabar mengenai demo di Hong Kong semakin mencekam. Pada Kamis, 25 Juli 2019, tagar #PrayForHongkong menjadi trending topik Twitter menggambarkan kondisi Hong Kong yang mencekam saat itu.

Menurut kicauan dari warganet yang menceritakan kondisi demonstrasi Hong Kong, segerombolan orang menggunakan baju berwarna putih yang membawa tongkat dan balok menyerang stasiun kereta. Terlihat mereka memukul pengunjung yang ditemui di area stasiun, eskalator, dan juga di dalam gerbong kereta.

Seperti diketahui seperti yang dilansir dari The Guardian, berita demo Hong Kong bahwa penumpan kereta tersebut adalah para demonstran yang baru pulang dari aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang digelar di Pulau Hong Kong.

Menurut beberapa saksi, serangan ini dilatarbelakangi karena banyak pengunjuk rasa yang pulang sebelum mendapat tanggapan dari pemerintah Hong Kong.

Beberapa foto dari anggota parlemen pro-demokrasi Lam Cheuk-ting, salah satu yang diserang, terlihat wajahnya yang terlihat berdarah. Begitupun dengan seorang jurnalis perempuan yang merekam aksi penyerangan tersebut, wajahnya terlihat sudah dipukuli.

Media penyiaran lokal Hong Kong juga melaporkan bahwa ada genangan darah tersisa di lobi stasiun.

Berita demo Hong Kong
Berita demo Hong Kong semakin mencekam

Ada banyak korban yang diakibatkan dari bentrokan ini. Seperti korban luka serta terlihat ada ibu hamil yang terjatuh karena adanya serangan tersebut. Bahkan ada akun dengan nama @joonsvibrator yang membagikan foto sebagian orang yang diduga kelompok yang membawa senjata yang melakukan serangan tersebut.

Seperti diketahui bahwa aksi demo Hong Kong yang terjadi pada akhir pekan kemarin lagi-lagi berakhir dengan bentrokan. Pengunjuk rasa mencoret gedung Kantor Penghubung China serta ada pihak yang sengaja mengerahkan anggota geng untuk melakukan serangan pada para demonstran.

Reuters melansir pada Senin, 22 Juli 2019, Kantor Penghubung China yang berada di pusat kota diserbu para demonstran dan temboknya dicoret. Selain itu para demonstran juga melempar telur busuk dan juga cat hitam ke arah gedung. Terang saja polisi langsung mengambil tindakan tegas dan keras. Pihak pengaman melepaskan peluru karet serta gas air mata agar masa membubarkan diri.

Terhitung, gelombang massa anti pemerintah ini sudah terjadi selama enam pekan. Aksi ini berawal dari penolakan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi (RUU Ekstradisi). Meskipun Carrie Lam, pemimpin Hong Kong, menyebut bahwa proses legislasi dari pembahasan RUU tersebut sudah berhenti, tetapi tidak adanya bukti bahwa RUU tersebut benar-benar dibatalkan.

Kemudian, tuntutan massa pendemo meluas hingga meminta Carrie Lam mundur dari posisinya. Pendemo juga meminta agar polisi membebaskan para aktivis yang tertangkap dan mengusut dugaan adanya kekerasan yang dilakukan aparat pada warga sipil serta memberikan amnesti.

Sekelompok massa berbaju putih tersebut diduga merupakan kelompok preman yang sengaja dibayar untuk membuat para pengunjuk rasa pro demokrasi takut dan gentar. Salah satu kejadian penyerangan yang terjadi pada para demonstran yang berhasil terekam adalah di daerah Yuen Long yang ada di distrik New Territories yang berada di perbatasan China. Wilayah ini memang terkenal sebagai wilayah preman dan bandit.

Kelompok orang yang tidak dikenal tersebut memiliki ciri-ciri dengan mengenakan kaus putih serta membawa bambu dan batang kayu. Mereka menyerang demonstran yang mengenakan kaus hitam dan membawa payung. Sebab kejadian serupa juga pernah terjadi lima tahun lalu ketika unjuk rasa besar-besaran terjadi.

RUU Ekstradisi ini ditolak karena ketika Inggris menyerahkan kedaulatan pada 1997, China berjanji membiarkan sistem pengadilan dan kebebasan berpendapat di Hong Kong. Tetapi masyarakat menilai selama 22 tahun ini China memiliki kecenderungan ingin menancapkan pengaruhnya serta tidak menghormati perjanjian yang sudah dibuat sebelumnya.

Menurut berita demo Hong Kong terbaru, pemerintah mengutuk kekerasan yang terjadi dan membenarkan bahwa adanya penyerangan penumpang di peron stasiun dan kompartemen kereta, Pemerintah Hong Kong menyatakan akan mengambil tindakan serius mengenai penegakan hukum atas kasus ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here