Didemo Ribuan Santri Fadli Zon Tolak Minta Maaf

0
102
Fadli Zon
Fadli Zon (istimewa)

Elahan.com – Aliansi Santri Bela Kiai atau ASBAK melangsungkan aksi demo pada Jumat (8/2), Ribuan santri berbondong-bondong membanjiri alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Aksi ini menanggapi puisi Fadli Zon yang dirasakan menghina Kiai Maimun Zubair (Mbah Moen).

Puisi Fadli Zon ini dinilai paling melukai hati semua santri sampai-sampai ia mendesak ia guna meminta maaf. M Sa’roni selaku Juru Bicara dan Koordinator Aksi menuliskan bahwa cuitan Fadli dirasakan semakin memperkeruh bangsa.

Sa’roni mengungkapkan “Luka semua santri tidak bakal redam tanpa terdapat permintaan maaf dari politisi tersebut untuk syaikhona,” ungkapnya Selasa (12/2). “Luka tersebut akan semakin lebar dan semakin dalam saat Fadli seolah tanpa dosa mencuitkan ucapan-ucapan yang tidak jarang kali memperkeruh bangsa ini,” tambahnya.

Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Muslimat PP NU juga menyerukan hal yang sama. Dia berharap supaya Fadli inginkan berbesar hati guna segera meminta maaf. “Saya bercita-cita Bang Fadli berbesar hati untuk mohon maaf,” ungkapnya saat berada di Solo pada Sabtu (9/2).

Fadli menyatakan bahwa ia tidak bermaksud untuk menyebut Mbah Moen lewat puisi tersebut. Sehingga, ia menampik untuk meminta maaf. “Ya, guna apa saya mengerjakan sesuatu yang tidak saya lakukan,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa puisinya tersebut sama sekali tidak terdapat kaitannya dengan Mbah Moen. Fadli meminta supaya puisi tersebut dicerna dengan baik. Ia lantas menjelaskan bahwa ia menyinggung kata penguasa dalam puisi itu, sampai-sampai jelas bahwa yang dimaksud bukanlah Mbah Moen.

“Sudah saya jelaskan sejumlah kali bahwa puisi tersebut ekspresi dan nggak terdapat hubungannya dengan Mbah Maimun,” beber Fadli.

“Saya kira untuk mereka yang mengetahui puisi, tersebut sangat jelas. Bahkan dalam puisi itu dilafalkan kaum penguasa, Mbah Maimun kan bukan penguasa” tambahnya

Fadli meminta supaya puisinya tak dipolitisasi, Ia mengungkapkan bahwa dirinya sangat memuliakan Mbah Moen. Menurutnya, kiai tersebut ialah orang yang baik dan rendah hati.

Fadli Zon menuturkan “Jadi tidak boleh dipolitisasi, tidak boleh ‘digoreng’, maupun dipelintir,” ungkapnya. “Nggak terdapat sama sekali. Saya mengenal beliau ialah ulama yang baik, ulama yang humble, ulama yang arif,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here