Diumumkan di Menit Akhir, Siapa Bursa Cawapres di Pilpres 2019?

0
73
Bursa Cawapres Jokowi Untuk Pilpres 2019
Presiden Jokowi Untuk Pilpres 2019

Elahan.com, Partai koalisi calon presiden petahana Joko Widodo sampai saat ini masih belum mengumumkan calon cawapresnya. Meski demikian, banyak yang menduga Jokowi akan mengumumkan cawapresnya pada detik-detik akhir masa pendaftaran Pilpres 2019.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean sudah memprediksi maksud Jokowi jika pihaknya bakal mengumumkan cawapres di menit-menit terakhir pendaftaran pilpres. Menurutnya, tujuan dari Jokowi mengumumkan cawapresnya di menit terakhir adalah untuk mencegah kemungkinan munculnya poros ketiga.

“Kita memang melihat seperti itu. Ada upaya politik kubu Jokowi untuk menahan dan mengunci meskipun tanggal sembilan dan 10 sehari jeda untuk bisa bermanuver secara politik,” kata Ferdinand di Kompleks Parlemen, Senayan.

Ferdinand sendiri mengakui bahwa kebedaraan poros ketiga sampai saat ini memang sangat sulit terbentuk. Hal ini disebabkan oleh koalisi Pilpres yang terarah pada dua poros, yakni poros Jokowi dan Prabowo.

“Artinya opsi membuka poros baru semakin mengecil. Meskipun peluangnya masih tetap ada,” ungkap Ferdinand.

Kata Ferdinand, poros ketiga bisa saja muncul setelah dua poros tersebut mengumumkan cawapresnya. Ia pun tetap optimis bahwa poros ketiga akan tetap terbentuk.

“Artinya poros baru ini baru bisa akan terwujud kalau capresnya sudah umumkan cawapresnya siapa. Teman-teman koalisinya menerima atau tidak,” ucapnya.

Dalam pilpres 2019, Jokowi telah mengantongi dukungan enam partai. Partai itu adalah PDIP, PPP, NasDem, Hanura dan Partai Golkar, dan sekarang koalisi itu ditambah dengan kehadiran satu partai lagi yakni PKB. Sedangkan yang belum menentukan arah dukunganya hanyalah PKS dan PAN.

Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Dodi Ambardi, menyatakan, baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto saat ini terus menjajaki bursa cawapres untuk menentukan siapa calon wakil presiden yang dianggap kuat dapat bekerja sama dan mampu menguatkan pilihan para pendukungnya saat pilpres 2019 nanti.

“Efek elektoral itu salah-satu yang menjadi pertimbangan masing-masing kandidat capres (untuk memilih cawapresnya), meskipun itu bukan satu-satunya pertimbangan,” kata Dodi Ambardi

Menurutnya, suara dukungan yang diharapkan dari cawapres definitif nantinya adalah mempertahankan suara” dari pendukung Jokowi ataupun Prabowo. Sebelumnya sudah terdapat beberapa nama kuat yang masuk dalam bursa cawapres dari keduanya. Jokowi yang diprediksi akan menggandeng Mahfud MD, TGB, maupun Sri Mulyani. Begitu pun Prabowo yang sempat terdengar akan menggandeng Anies Baswedan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here