Elektabilitas Prabowo – Sandi Masih Kalah, Ini Alasannya

0
95
Elektabilitas pasangan Prabowo dan Sandiaga masih di bawah pasangan Jokowi-Ma'ruf
Elektabilitas pasangan Prabowo dan Sandiaga masih rendah

Elahan.com, Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno masih tertinggal dengan memperoleh suara 37,4 persen. Sementara pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin unggul dengan 55,4 persen suara dan sisanya tidak menjawab atau rahasia. Hasil survei tersebut diumumkan pada Rabu, 3 April 2019.

Pasangan nomor urut 01 disebut masih berpeluang besar memenangkan Pilpres 2019 hanya saja belum terlalu aman. Burhanuddin Muhtadi selaku direktur Indikator Politik Indonesia mengatakan perubahan besar masih mungkin terjadi.

Dari hasil survei ditemukan bahwa paslon 01 unggul di semua kelompok usia dan juga gender. Pasangan Jokowi-Ma’ruf mayoritas dipilih oleh etnis Jawa, basis non-Islam, dan basis Nahdlatul Ulama.

Pemilih juga punya tingkat kepercayaan yang cukup stabil pada kepemimpinan Jokowi untuk kembali memimpin. Sekitar 44,9 persen responden menyebut cukup yakin dengan kepemimpinan Jokowi, dan ada 5,3 persen responden tidak yakin sama sekali.

Survei dilakukan pada 1.220 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling yang dilakukan 22-29 Maret 2019. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan plus-minus 2,9 persen.

Elektabilitas pasangan Prabowo dan Sandi masih rendah
Elektabilitas Prabowo dan Sandi masih rendah

Burhanuddin juga menyebut elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi masih sulit untuk menyusul pasangan Jokowi-Ma’ruf. Meski begitu, perubahan masih mungkin terjadi.

Burhanuddin mengatakan potensi swing voters alias mereka yang belum menentukan pilihan masih punya kemungkinan untuk merubah situasi. Diprediksi pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno meraup 12,8 persen suara dari swing voters sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf bisa menarik 11,3 persen dari pemilih golongan ini.

Ada beberapa variabel yang menentukan kelompok swing voters dan undecided voters ini memilih salah satu pasangan calon pilpres 2019, salah satunya money politic alias iming-iming uang. Selain itu variasi alasan lainnya hingga detik terakhir seperti sesi debat terakhir juga bisa mempengaruhi.

Biasanya kelompok ini menentukan pilihan yang menunggu sejumlah program dan kebijakan dari kedua kandidat. Tetapi ada juga kelompok yang menunggu ‘saweran’ duit dari masing-masing kandidat. Swing voters dan undecided voters ini diprediksi berjumlah 24,1 persen. Kedua pasangan masih memiliki kesempatan yang sama untuk meraup suara dari kelompok ini.

Bahkan, berdasarkan hasil survei, ada juga swing voters yang belum menyatakan dukungan karena takut atau malu dikarenakan berada di tempat yang menjadi basis salah satu calon presiden dan wakil presiden.

Menurut LSI Denny JA, ada lima alasan pasangan Jokowi-Ma’ruf lebih unggul secara elektabilias. Berikut alasannya:

1. Kinerja inkumben yang membuat publik puas

Seorang pemilih akan memberikan suara kepada inkumben jika kinerjanya selama menjabat memuaskan masyarakat.

2. Program Jokowi diketahui luas, disukai, dan juga populis

Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), beras sejahtera (rastra), Program Keluarga Harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, serta dana desa, dikenal luas oleh masyarakat dan juga disukai.

3. Kepribadian Jokowi yang lebih disukai

Publik menilai kepribadian Jokowi dari segala aspek lebih unggul dari Prabowo sehingga lebih disukai oleh masyarakat.

4. Jokowi unggul di pemilih minoritas

Jokowi-Ma’ruf menurut hasil survei LSI Denny JA unggul telak di pemilih minoritas sekitar 74,5-80,9 persen. Meskipun populasinya hanya di bawah 10 persen saja tetapi kelompok ini menjadi pemilih loyal menyumbang suara untuk Jokowi-Ma’ruf.

5. Jokowi didukung pemilih berpopulasi besar dan pentingowi mendapat dukungan yang besar dari populasi dominan yaitu pemilih wong cilik yang berjumlah 75 persen. Pada segmen pemilih ini, Prabowo-sandi tertinggal dibanding pesaingnya.

Hinca Panjaitan yang merupakan wakil dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo dan Sandi mengatakan hasil survei tersebut masih berpeluang besar untuk berubah. Bahkan, menurut dia, kemungkinan tersebut bisa membuat keadaan berbalik. Hinca yakin minggu pertama hingga hari pencoblosan akan mengubah angka-angka yang tertera dalam hasil survei.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here