Empat Hal yang Menjadi Akar Terjadinya Konflik di Papua

0
4
Konflik di Papua
Empat Hal yang Menjadi Akar Terjadinya Konflik di Papua

elahan.com, Terdapat empat hal yang menjadi akar masalah konflik di Papua. Hal itu disampaikan oleh anggota Tim Kajian Papua LIPI, Aisah Putri Budiarti. Salah satu masalah yang terjadi adalah diskriminasi.

“Itu salah satu masalah saja dan itu terbukti dan kita menemukan di kejadian di Jawa Timur ini,” jelas Aisah di Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Selain permasalahan diskriminasi, ada tiga masalah lain yang menyebabkan terjadinya konflik di Papua. Pertama, yakni penyelesaian masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Papua. Persoalan itu berlarut sejak Orde Baru hingga ke era reformasi saat ini.

“Pendekatan respresif yang dilakukan di Orde Baru sudah dicabut tapi sampai saat ini masih ada pelanggaran HAM, dan udah dinyatakan Jokowi, minta dituntaskan pada Jokowi terpilih di awal 2014,” ujar Aisah.

Masalah berikutnya, yakni terjadinya kegagalan pembangunan. Menurut Aisah, masalah yang satu ini juga sudah berlarut-larut hingga saat ini atau setidaknya sampai tahun 2018 lalu. Aisah menjelaskan, hasil riset LIPI menemuman kondisi kemiskinan yang semakin tinggi di wilayah dengan mayoritas masyarakatnya orang asil Papua atau OAP.

“Ini Ironi sebenarnya, karena Otsus sudah berjalan hampir 20 tahun, tapi kok ga ada perubahan padahal Otsus itu untuk OAP. Dan yang menarik dalam UU Otsus banyak sekali aturan dan yang jadi diutamakan diimplementasikan adalah ekonomi dan afirmasi,” tuturnya.

Masalah keempat, yakni terkait dengan status politik Papua dan sejarah politik Papua. Aisah menuturkan, persoalan besar yang seharusnya diperhatikan justru kerap dihindari oleh pemerintah Indonesia. Menurutnya, ada perbedaan pandangan tentang status politik dan integrasi Papua masuk ke Indonesia. 

“Sebenarnya di UU Otsus sudah ada yang mengatur itu dalam dengan membuat KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi). Jadi salah satu KKR. Tapi dengan berbagai isu KKR itu, UU KKR-nya dicabut MK. Terkait dengan itu pelurusan sejarah tidak pernah selesai,” ungkap dia.

Perihal diskriminasi dirasakan para pemuda Papua yang tersebar di berbagai kota untuk menjalankan pendidikan di Universitas. Mereka mengakui kerap kali menerima perlakuan tidak mengenakan.  Konflik di Papua itu menyulutkan kembali amarah para pemuda Papua untuk melakukan demo meminta keadilan atas mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here