Empat Ketum Partai Koalisi Jokowi Bicara Soal Soliditas, Apa Maksudnya?

0
20
Partai koalisi Jokowi
Empat ketum dalam Partai koalisi Jokowi

Elahan.com, Para pengisi partai koalisi Jokowi menyebut tidak pernah ada rencana untuk memperlebar atau menambah anggota baru dari partai lain.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate menygatakan bahwa anggota koalisi belum memikirkan untuk melebarkan koalisi. Sebab mereka lebih berfokus untuk menjaga solidaritas.

Bahkan empat Ketua Umum Partai Koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin bertemu pada Senin, 23 Juli 2019 malam. Empat ketum yang bertemu itu adalah Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), Airlangga Hartarto (Ketum Golkar), Surya Paloh (Ketum Nasdem), serta Suharso (Plt Ketum PPP).

Jokowi dan Prabowo belum lama ini bertemu di Stasiun MRT pada Sabtu, 13 Juli 2019. Pertemuan keduanya merupakan yang pertama setelah pencoblosan Pilpres 2019. Keduanya bertemu di stasiun MRT Lebak Bulus dan naik MRT hingga ke Senayan. Jokowi mengatakan pertemuan tersebut merupakan pertemuan antara kawan, sahabat, dan saudara setanah air.

Jokowi memang sudah mengajak Prabowo untuk bertemu pascapilpres. Namun Prabowo enggan menanggapi. Setelah MK memutuskan menolak gugatan kubu Prabowo-Sandi, rencana pertemuan kedua seteru itu kembali menguat.

Direncanakan hari ini Prabowo akan bertemu lagi dengan Jokowi, tetapi ditemani Ketua Umum PDIP Megawati di kediamannya. Hubungan Mega dan Prabowo memang sempat mesra ketika menjadi pasangan Capres dan Cawapres tahun 2009. Namun saat itu dia dikalahkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.

Menolak Anggota Koalisi Baru

Ppartai koalisi Jokowi
Partai koalisi Jokowi-Ma’ruf

Masih sehubungan dengan pertemuan keempat ketua umum partai koalisi Jokowi yang bertemu pada Senin lalu. Saat menggelar konferensi pers, tidak terlihat adanya elite parpol lain yang juga sama-sama mendukung Jokowi-Ma’ruf seperti Hanura, PDI Perjuangan, Perindo, PBB, dan PSI.

Saat itu di depan awak media, Airlangga mendapat kesempatan berbicara pertama kali. Ketum Golkar tersebut mengatakan bahwa koalisi parpol pendukung Jokowi tetap solid dan tidak adanya sekat dalam mendukung pemerintahan dalam periode ke depan.

Surya Paloh juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut membahasa soliditas. Bukan berarti antarparpol terjadi gesekan atau tidak. Semua parpol masih tetap bergerak bersama Presiden Jokowi.

Cak Imin juga membantah adanya perpecahan dalam koalisi karena saling berebut jabatan. Dia menegaskan bahwa partai koalisi Jokowi sampai saat ini masih solid dan terus menjaga hingga lima tahun ke depan.

Seperti yang diketahui, jabatan untuk mengisi kursi menteri dan ketua pimpinan MPR Periode 2019-2023 seperti benar adanya.

Apakah ada koalisi dalam koalisi?

Banyak pengamat heran dengana adanya konferensi pers dari keempat ketua umum parpol yang mengusung Jokowi ini. Sebab, tidak ada peristiwa besar dan cukup kuat yang melatar belakangi keempatnya untuk melakukan konferensi pers yang khusus membahas soliditas di antara partai pengusung Jokowi.

Menurut pengamat poolitik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno, menyebut keempatnya terlihat sedang membentuk koalisi di dalam koalisi Jokowi_ma’ruf. Dicurigai dasar terbentuknya ini karena tidak ingin ada anggota baru yang masuk dalam partai koalisi.

Ketidakhadiran PDIP juga menimbulkan pertanyaan penting. Sedangkan soliditas yang mereka bicarakan mengandung makna tersirat. Intinya agar tidak ada partai oposisi yang bergabung.

Selain menolak partai pendukung Jokowi, koalisi empat parpol ini juga didasari pada perebutan kursi pimpinan MPR yang sedang hangat dibicarakan.

Adi menyebut bahwa Gerindra sempat menyatakan ketertarikan untuk mendapatkan kursi ketua MPR dengan alasan demi menjaga keharmonisan politik. Sementara elite dalam partai koalisi seperti PKB dan Golkar juga menginginkan posisi tersebut. Sehingga keempat partai politik ini tidak menginginkan adanya sharing power.

Manuver empat partai koalisi Jokowi ini jika dibiarkan akan berdampak buruk pada pemerintahan baru lima tahun ke depan. Jokowi-Ma’ruf diminta agar menyolidkan partai-partai yanga menjadi pendukungnya. Selain itu, Jokowi juga diminta agar kembali mengingatkan visi dan misi yangs ama membangun negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here