Enam Kasus Korupsi di Indonesia yang Berhasil Dibongkar Novel Baswedan

0
45
Kasus korupsi di Indonesia menyeret Setya Novanto
Kasus korupsi di Indonesia menyeret Setya Novanto

Elahan.com, Banyak sekali kasus korupsi di Indonesia yang sudah terjadi. Jika diingat nama-nama besar juga turut terseret pada kasus rasuah demi mendapatkan keuntungan diri sendiri dan kelompok.

Salah satu nama yang akrab membongkar kasus besar korupsi di Indonesia adalah Novel Baswedan. Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu bahkan dicelakai oleh orang yang belum diketahui hingga sekarang diduga akibat dari perannya membongkar skandal korupsi yang terjadi.

Pada 2011 hubungan KPK dengan pemerintah sempat memanas akibat skandal korupsi Wisma Atlet Hambalang yang menyeret nama besar Partai Demokrat seperti Nazaruddin hingga Angelina Sondakh.

Berikut enam kasus korupsi di Indonesia yang pernah ditangani oleh Novel Baswedan

Kasus perkara Pemilukada

Pemberantasan korupsi ternyata juga menembus hingga ke lembaga hukum tertinggi negara. Kasus jual beli perkara pemilukada ini melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu, Akil Mochtar. Skandal korupsi ini membuat publik terkejut. Akil terbukti menerima suap dari sengketa pemilu di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Pilkada Lebak, Pilkada Empat Lawang, dan Pilkada Koa Palembang. Ternyata kasus ini diungkap oleh Novel Baswedan sehingga berhasil menyeret Akil Mochtar ke sel tahanan koruptor.

Kasus korupsi proyek simulator SIM

Kasus ini membuat Novel Baswedan untuk pertama kalinya muncul ke publik. Kasus korupsi yang melibatkan Korps Lalu Lintas Polri sempat menjadi batu sandungan bagi Novel. Bahkan kasus korupsi simulator SIM ini juga membuat KPK dan lembaga kepolisian sempat memanas.

Kasus wisma atlet Hambalang

Kasus korupsi di Indonesia menyeret M. Nazaruddin
Kasus korupsi di Indonesia menyeret M. Nazaruddin

Inilah kasus korupsi yang membuat hubungan pemerintah dan KPK memanas di tahun 2011 lalu. Kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang ini menyeret nama elite partai Demokrat, sebut saja Angelina Sondakh, M. Nazaruddin, Andi Malarangeng, hingga Anas Urbaningrum. Ini menjadi salah satu kasus korupsi besar yang ditangani Novel.

Kasus korupsi pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia

KPK pada tahun 2012 akhirnya menetapkan Miranda S Goeltom sebagi tersangka kasus dugaan suap terkait cek perjalanan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. Miranda diduga memberikan cek perjalanan ke anggota DPR periode 1999-2004 pada pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 lalu.

Tersangka lain pada kasus ini adalah Nunun Nurbaeti istri mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Darajatun agar meloloskan Miranda. Pada kasus ini lebih dari 30 anggota DPR terlibat dan sudah divonis bahkan ada yang sudah selesai menjalani hukuman.

Novel Baswedan juga menjadi salah satu aktor untuk membongkar kasus korupsi besar yang sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Kasus korupsi perizinan kebun kelapa sawit Bupati Buol

Balik ke tahun 2009, dimana Novel berhasil membongkar kasus korupsi pemberian izin kelapa sawit yang melibatkan Bupati Buol Amran. Diduga ketika membongkar kasus ini, Novel mengalami teror sehingga membuatnya masuk rumah sakit selama dua hari. Saat itu motor Novel ditabrak hingga ringsek. Namun, kejadian-kejadian yang membuat dirinya dalam kondisi bahaya tidak meyurutkan niatnya untuk terus mengungkap kejahatan korupsi yang ada.

Kasus korupsi KTP Elektronik

Kasus korupsi di Indonesia yang terakhir ditangani oleh Novel Baswedan adalah skandal e-KTP yang melibatkan mantan ketua DPR Setya Novanto. Diduga kasus ini yang menyebabkan adanya teror yang terjadi pada kasus Novel Baswedan sehingga dirinya harus menjalani pengobatan hingga sekarang. Dua orang tak dikenal menyiramnya dengan air keras yang menyebabkan sebelah matanya tidak berfungsi. Nama-nama yang terlibat pada kasus pengadaan KTP elektronik menyeret beberapa nama seperti anggota DPR Markus Nari, mantan direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Sugiharto, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Irman, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta Setya Novanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here