Penyebab Meninggalnya Alfin Lestaluhu, Kenali Gejalanya!

0
39
Kabar Alfin Lestaluhu membawa duka persebakbolaan Indonesia
Alfin Lestaluhu meninggal karena penyakit langka

elahan.com Alfin Lestaluhu, bek sayap kanan Tim Nasional (Timnas) U-16 di bawah asuhan Bima Sakti, kini telah tiada. Alfin menjadi bagian penting yang membawa Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-16 yang diadakan di Bahrain. Ia juga pencipta gol ketiga yang spektakuler saat Indonesia menaklukan Filipina 4-0 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Kabar duka ini diumumkan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui situs resmi federasi. Pelatih Bima Sakti juga mengunggah ucapan bela sungkawa di instagram pribadinya. Diketahui Alfin meninggal dunia disebabkan penyakit yang Ia derita, yaitu ensefalitis(infeksi otak) dengan hypoalbuminemia.

Alfin Lestaluhu sakit ensefalitis
Penyebab meninggalnya Alfin Lestaluhu adalah penyakit ensefalitis

Ensefalitis dapat terjadi ke siapa saja. Seseorang beresiko terinfeksi disebabkan faktor usia, kemampuan sistem imun tubuh, serta daerah geografis dan musim. Meskipun Alfin masih berusia 15 tahun, namun diketahui Ia merupakan penyintas gempa Ambon pada 26 September 2019. Alfin sempat dirawat di Ambon hingga akhirnya dipindahkan ke RS Harapan Kita Jakarta.

Ensefalitis beresiko mengancam jiwa. Penyakit ini diakibatkan adanya infeksi virus yang menyerang otak sehingga terjadi peradangan. Penderita dapat mengalami perubahan kepribadian, kelemahan tubuh, bahkan kejang-kejang. Ensefalitis masih termasuk penyakit langka karena terjadi pada satu dari setiap seribu kasus campak.

Beberapa gejala ensefalitis yang perlu dikenali, yaitu:

1. Gejala yang disebabkan virus

Gejalanya berupa flu ringan, seperti nyeri kepala, demam, nyeri tulang dan sendi, serta rasa lelah dan lemah pada badan.

2. Gejala ketika berkembang lebih serius

Gejalanya berupa rasa cemas dan halusinasi, kejang-kejang, kehilangan sensasi atau kelumpuhan pada area wajah atau tubuh, masalah dalam berbicara maupun pendengaran, serta penurunan kesadaran.

3. Gejala pada bayi dan anak-anak

Gejalanya berupa penonjolan pada ubun-ubun kepala, mual dan muntah, kaku tubuh, sulit makan serta rewel.

Penyakit ensefalitis dapat dicegah dengan langsung menemui dokter setelah mengalami gejala di atas. Untuk menghindari terpapar gejalanya, maka sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan, seperti rajin mencuci tangan, tidak menggunakan peralatan makan bersamaan, memberantas sarang-sarang nyamuk, dan menggunakan krim anti nyamuk.

Pencegahan utama pada ensefalitis melalui vaksinasi terhadap virus penyebab. Jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi otak adalah virus herpes simpleks, virus varicella zoster, virus epstein-barr, virus dari hewan serta virus penyebab penyakit campak, gondongan dan rubela. Virus yang masuk melalui kulit, saluran pernapasan dan saluran pencernaan ini, dapat dicegah dengan melakukan vaksin MMR.

Imunisasi MMR dilakukan dua kali, yaitu pada usia 15 bulan dan 5 tahun. Juga dilakukan ketika berpergian ke tempat rawan infeksi. Namun perlu konsultasi penggunaan vaksin yang tepat guna. Namun, jika belum pernah melakukan vaksinasi MMR, maka dapat dilakukan kapan saja berdasarkan petunjuk dokter.

Penyakit ensefalitis tetap membutuhkan penanganan di rumah sakit. Makin cepat penanganan, makin tinggi proses keberhasilan penyembuhan. Penanganan dilakukan untuk mengatasi penyebab, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi. Penanganan diberikan melalui obat-obatan dan terapi khusus.

Kabar mengenai penyakit ensefalitis membawa berita duka bagi persepakbolaan Indonesia. Kesedihan yang mendalam terlihat dari unggahan sang pelatih. Bima Sakti mengakui kehebatan Alfin yang memperkuat Timnas Indonesia U-16. Dalam unggahannya tersebut, Bima menmuji sosok Alfin serta membandingkan Alfin dengan dirinya. Alfin Lestaluhu adalah sosok anak muda yang berani dan tangguh baik secara fisik maupun mental. Selamat Jalan Alfin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here