Fadli Zon Sebut Jokowi Lakukan Pencitraan Keluarga Harmonis

0
120
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (istimewa)

elahan.com – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon menyebut Jokowi melakukan pencitraan keluarga harmonis. Pencitraan yang dimaksud adalah ketika Presiden Jokowi dan keluarganya jalan-jalan di Kebun Raya Bogor, Sabtu 8 Desember 2018 lalu.

Fadli menilai pencitraan tersebut terlihat gagal disebabkan terlalu banyaknya wartawan yang meliput.

Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancangan pencitraannya. Misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor. Tetapi wartawannya terlalu banyak, harusnya kan hanya 2 atau 3, lalu nanti disebarkan. Ini sampai 100 orang, sehingga jadi bocor,” ucap Fadli Zon saat menghadiri diskusi “Jelang Pilpres: Jokowi Blunder dan Panik?”, di Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Wakil Ketua Partai Gerindra itu juga mengatakan bahwa pencitraan tersebut ada dalam pembahasan teori photo operation. Menurutnya, teori tersebut digunakan pada Pilpres di Amerika Serikat.

Fadli Zon menjelaskan, jika teori tersebut dilakukan dengan benar, maka akan terbentuk sebuah citra. Namun menurutnya, pencitraan yang dilakukan Jokowi justru terlihat brutal karena dianggap tidak memahami teori tersebut.

“Di pilpres Amerika Serikat itu memang ada teorinya, namanya photo ops. Memanga dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impact tertentu bahwa kita ini memang keluarga yang harmonis. Itu dibikin rapih, ini dibikin brutal karena mungkin tidak mengerti teorinya,” ucap Fadli.

Fadli juga menilai, ada banyak janji Jokowi yang tidak terealisasi sehingga tidak membantu elektabilitasnya, dan malah membuat pencitraan. Dia juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Jokowi tidak seperti yang dilakukan petahana pada umumnya.

“Artinya tidak ada capaian yang membuat rakyat ini menambah atau mengokohkan pilihannya, karena janjinya kan tidak ditepati. Seorang petahana itu biasanya berbicara bahwa ini loh yang sudah saya lakukan dan keberhasilan saya. Tetapi klaim itu terlalu mudah dipatahkan, akhirnya malah menjadi gimmick-gimmick, pencitraan,” ucapnya.

Fadli juga sempat menyindir Presiden Jokowi yang mengaku sering membaca komik Doraemon dan Sinchan. Dia mengatakan bahwa pemimpin dan pendiri bangsa Indonesia rata-rata adalah pemikir dan pejuang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here