Fakta-fakta Revolusi Industri 4.0

0
18
Revolusi Industri 4.0
Dunia sebentar lagi akan memasuki era revolus industri 4.0.

elahan.com, Indonesia bahkan dunia kini tengah bersiap untuk revolusi industri 4.0 yang akan berlaku di seluruh bidang terutama di bidang ekonomi dan bisnis. Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah nama tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah tersebut mencakup sistem siber-fisik, penggunaan internet untuk segala hal, komputasi awan, serta komputasi kognitif.

Secara garis besar, revolusi industri 4.0 adalah integrasi antara dunia internet atau daring dengan dunia usaha dan produksi di sebuah industri. Artinya,segala proses produksi akan ditopang atau bergantung dengan internet. Selain itu dikatakan jika revolusi generasi keempat ini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan serta tata cara kehidupan.

Berikut sejumlah fakta tentang revolusi industri 4.0 yang akan dihadapi oleh seluruh dunia:

Asal Mula

Revolusi industri 4.0 ini pertama kali dicetuskan oleh sekelompok perwakilan ahli di berbagai bidang yang berasal dari Jerman pada tahun 2011 dalam acara Hannover Trade Fair. Dijelaskan bahwa industri saat ini telah memasuki era inovasi baru, yaitu ketika proses produksi mulai berubah pesat. Pemerintah Jerman saat itu menganggap serius gagasan tersebut dan tak lama kemudian gagasan ini menjadi sebuah gagasan resmi. Kemudian, pemerintah Jerman pun membentuk kelompok khusus guna membahan penerapan industri 4.0.

Pada 2015, gagasan mengenai revolusi industri 4.0 ini dikenalkan oleh Angella Markel di acara World Economic Forum (WEF). Jerman telah menggelontorkan modal sebesar 200 juta euro untuk mendukung pemerintah, akademisi, dan pebisnis untuk melakukan penelitian lintas akademin terkait dengan revolusi industri ini.

Di Amerika juga telah digerakkan Smart Manufacturing Leadership Coalition (SMLC) yang merupakan sebuah organisasi nirlama yang terdiri dari produsen, pemasok, perusahaan teknologi, lembaga pemerintah, universitas dan laboratorium yang bertujuan untuk memajukan cara berpikir di balik revolusi industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Airlangga Hartarto pada 2018 selaku Menteri Perindustrian yang saat itu menjabat mengatakan jika revolusi industri 4.0 merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, akan tetapi menjadi hal ini menjadi peluang baru sehingga Indonesia perlu untuk mempersiapkan diri.

Selain itu, di Indonesia sendiri tengah mempelajari mengenai revolusi industri 4,0 dari negara-negara lain yang telah menerapkannya. Hal ini dilakukan agar Indonesia bisa mengembangkan industri 4.0 dengan kebijakan yang berbasis kepada kepentingan industri dalam negeri.

Sejumlah sektor nasional pun telah siap untuk memasuki erda indsutri generasi keempat, diantaranya adalah industri semen, petrokimia, otomotif, serta industri makanan dan minuman. Penerapan revolusi industri 4.0 ini akan terletak pada proses produksinya yang sudah menggunakan sistem robotik dan infrastruktur I0T.

Persiapan Revolusi Industri 4.0

Menurut Haris Munandar pada 2018 selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) ada beberapa bisang yang perlu dipersiapkan. Diantaranya adalah melakukan peningkatan otomatisasi, komunikasi machine to machine, komunikasi human to machine, teknologi AI (Artificial Inteligent) serta pegembangan teknologi yang bekelanjutan.

Selain itu, ada faktor dasar sebagai penggerak penerapan revolusi industri 4.0 ini yaitu, meningkatan volume data, daya komputasi dan konektivitas. Tah hanya itu, perlu adanya peningkatan kemampuan analitis dan bisnis intelijen pada sebuah industri. Kedua, persiapan SDM industri melalui  pendidikan vokasi yang mengarah pada peningkatan keterampilan ke level high skill.

Selain itu, pemerintah Indonesia harus mempersiapkan jaringan internet yang lebih baik lagi, seperti menghadirkan generasi kelima atau jaringan 5G yang bahkan di tahun 2019 Cina telah merilis jaringan 5G yang disebut-sebut memiliki kecepatan 100 kali lebih cepat dari teknologi 4G.

Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi 18 persen dalam Lima Tahun

Industri 4.0 yang memungkinkan produktivitas dan efisiensi sumber daya yang lebih tinggi. Dengan deminikian, akan tercipta lingkungan yang tepat untuk produksi yang sifatnya berkelanjutan dan efisien.

PwC berdasarkan surveinya, memprediksi peningkatan efisiensi rata-rata bisa mencapai 3,3 persen pertahun di semua sektor. Hal ini karena adanya digitalisasi rantai nilai. Jumlah ini jika ditotal selama lima tahun kedepan akan mencapai 18 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here