Gagal Digandeng Di Pilpres 2019, Mahfud MD Jelaskan Intrik Politik Yang Ada

0
26
pilpres 2019 mahfud gagal jadi cawapres
seputar Pilpres 2019

elahan.com, Nama Mahfud MD memang sudah tak asing terdengar dalam polemik Pilpres 2019. Hal itu lantaran kabar dirinya yang heboh di media akan dampingi Jokowi dalam pencalonannya. Di kabarkan akan jadi Cawapres Jokowi, mantan Ketua MK itu memang terlihat sudah sangat siap. Namun sayangnya tak hanya dirinya kandidat tunggal bakal Cawapres Jokowi.

Beberapa nama lain yang juga tak asing di masyarakat ikut disebut sebagai kandidat. Jokowi memang baru mengumumkan Cawapresnya sehari sebelum mendaftar ke KPU. Mengejutkannya, Jokowi mengumumkan bahwa beliau akan didampingi oleh Ma’ruf Amin sebagai Cawapresnya. Tentu hal itu menimbulkan banyak cuitan masyarakat yang pro dan kontra. Termasuk para idola dan pendukung Mahfud yang menuding Jokowi PHP (Pemberian Harapan Palsu).

Saat mengetahui hal itu, Mahfud sendiri sudah memberi konfirmasi melalui akun sosial media miliknya. Beliau memang sangat berlapang dada menerima segala keputusan meski kecewa tentu dirasakan. Menanggapi hal itu tentu banyak pihak yang masih penasaran akan keputusan Jokowi memilih Ma’ruf sedangkan menurut penjelasan Mahfud dirinya sudah sangat diminta menyiapkan berbagai keperluan pendaftaran cawapres.

Dalam kesempatan diskusi politik yang di adakan oleh acara televisi ILC (Indonesian Lawyer Club) di Tv One. Mengangkat tema bertajuk Kejutan Cawapres : Antara Mahar Politik dan PHP.  Mahfud menjelaskan kronologis dirinya tersingkir dari pencalonan Cawapres di hari H. Mahfud menjelaskan bahwa sepekan sebelum pengumuman ia telah dikonfirmasi bahwa dirinya akan diumumkan menjadi cawapres Pak Jokowi dan diminta untuk menyiapkan segala keperluan dan syarat.

Namun semua berubah beberapa jam sebelum pengumuman cawapres Jokowi. Saat mengetahui Ma’ruf yang dipilih sebagai cawapre dirinya menerima semua itu sebagai realitas politik.  Dalam acara itu, mahfud menceritakan kronologi kegagalannya dipilih yang membuat tercengang tim Prabowo – Sandi yang hadir. Mahfud menjelaskan bahwa tudingan dirinya yang terlalu yakin akan dipilih membuatnya sangat tersinggung. Ia bukan terlalu yakin namun karena memang telah sangat diyakinkan oleh pihak istana. Namun gesernya rencana yang ada diungkapknya karena ada ancaman yang datang dari kader PBNU.

Beberapa kader yang dikabarkan diminta langsung oleh Ma’ruf menyampaikan pada Pak Jokowi bahwa PBNU tidak bertanggung jawab dalam Pilpres 2019 jika bukan kadernya yang dijadikan cawapres. Secara lain yaitu mengancam bahwa seluruh PBNU akan meninggalkan Jokowi jika yang dipilih sebagai cawapres bukan kader PBNU (Ma’ruf Amin).

Itulah yang membuat Pak Jokowi tentu berfikir kembali mengenai siapa yang akan dipilihnya. Akan tetapi Mahfud sungguh mengatakan bahwa pilihan pak Jokowi bukan kesalahan dan ia tak merasa kecewa gagal menjadi cawapres dalam Pilpres 2019 . Karena beliau pun beberapa kali menolak posisi yang ditawarkan dalam jajaran pemerintahan karena memiliki etika politik merasa mendukung kubu lawan pada Pilpres 2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here