Gempa Bumi Bogor, Guncangan Terasa hingga Jakarta

0
29
gempa bumi Bogor
gempa bumi Bogor terasa hingga Jakarta

Elahan.com, Gempa bumi Bogor, Jawa Barat pada 23 Agustus 2019 pukul 11.10 WIB. Berdasarkan informasi yang diunggah akun Twitter @Info Humas BMKG dikatakan gempa yang berkekuatan 4 magnitudo ini berkedalaman 5 kilometer. Pusat gempa berada di darat 101 kilometer barat daya dari Kabupaten Bogor.

Gempa yang terjadi siang hari ini ternyata juga dirasakan hingga wilayah Jakarta meski dengan skala kecil. Beberapa karyawan yang berada dalam gedung bertingkat di Jakarta bahkan merasakan gempa ini. Seorang karyawan swasta yang bekerja di kawasan Menteng, Jakarta Pusat menuturkan kejadian saat gempa terjadi. Gempa dirasakannya sekitar 5 detik. Ia juga menuturkan air galon mineral yang berada di sampingnya kut bergetar dan dirinya merasa sedikit pusing.

Selain itu, gempa tektonik ini dirasakan oleh warga di daerah perbatasan Sukabumi dengan Bogor serta pada perbatsan Sukabumi dengan Bayah Banten di Kecamatan Kabandungan dan Cisolok dan di sekitar kaki Gunung Salak.

Sebelumnya, masyarakat Sukabumi, Jawa Barat ini mulai khawatir dengan gempa bumi yang belakangan ini terus terjadi berulang kali hingga berpuluh kali di wilayah Sukabumi belakangan ini. Warga merasa khawatir bangunan rumah mereka ambruk.

Berkaitan dengan gempa yang terjadi belakangan ini, selama periode 10 hingga  21 Agustus 2019 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencatat ada 72 gempa bumi dibawah 5 magnitudo. Terkait dengan terjadinya gempa di Bogor hari ini BMKG akan terus memantau gempa tersebut.

Sebelumnya gempa di Bogor juga terjadi pada 19 Agustus 2019 pada pukul 08.13 WIB dengan kekuatan 3 magnitudo. BMKG juga mecatat jika sudah terjadi empat kali gempa di Bogor yang berkekuatan di bawah 5 magnitudo yaitu pada 19 Agustus 2019 pada pukul 22.52.16 WIB dengan magnitudo 2,5 kemudian disusul pada pukul 03.06.16 WIB yang berkekuatan magnitudo 3,9.

Pada 21 Agustus 2019 pukul 11.24.05 WIB juga terjadi gempa dengan magnitudo 3,4 dan di hari yang sama terjadi gempa susulan pada pukul 20.49 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,3.

Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan jika diamati dari rentetan gempa yang terjadi di Bogor saat ini, kejadian gempa ini merupakan aktivitas gempa Swarm. Swarm merupakan serangkaian aktivitas gempa yang terjadi di kawasan sangat lokal dengan magnitudo yang relatif kecil. Gempa ini memiliki karakteristik frekuensi kejadian sangat tinggi dan berlangsung dalam periode waktu tertentu.

Gempa bumi Bogor
Guncangan Gempa bumi Bogor terasa hingga Jakarta

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencatat terdapat 10 wilayah yang akan masuk dalam Zona Duga Aktif terjadinya gempa bumi dan tercatat 52 gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 sepanjang bulan Agustus 2019.

Wilayah Zona Duga Aktif ini terdiri dari Bengkulu Nias Mentawai, Selat Sunda, Selatan Jawa Barat, Selatan Jawa Timur-Bali, Selatan Sumbawa-Sumba, Laut Banda, Ambon, Sulawesi Tengah, Halmahera Selatan, Laut Maluku Utara, dan Papua Utara.

Menurut penuturan Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan jika Indonesia memang memiliki enam zona subduksi lempeng aktif. Dari keenam zona itu terdapat 16 segmen zona Megathrust yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain adanya zona Megathrust, Indonesia juga masuk ke dalam wilayah dengan zona sumber gempa yang berasal dari sesar aktif. Saat ini zona sesar aktif tela terdeteksi sebanyak 295 segmen namun, masih banyak lagi yang belum terdeteksi.

Daryono juga menjelaskan sepanjang Juli 2019 telah terjadi 841 aktivitas gempa bumi di seluruh Indonesia. Dengan persentasi tersebut wilayah dengan tingakat gempa bumi terbanyak terjadi di wilayah Indonesia Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here