Gunung Agung Meletus, Ternyata Letusan Dahsyat Pernah Terjadi Awal Abad 17

0
73
Gunung Agung meletus
Gunung Agung meletus lagi

Elahan.com, Gunung Agung meletus kembali pada Senin, 10 Juni 2019 sekitar pukul 12.12 WITA. Letusan gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, itu mengakibatkan adanya kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung atau sekitar 4.142 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas yang lebih condong ke arah timur dan juga tenggara. Pada letusan ini, Gunung Agung terpantau berada di status siaga atau status tingkat III.

Letusan tersebut terekaman di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm yang berdurasi satu menit. Meski begitu, menurut laporan, kegiatan masyarakat saat itu masih terpantau normal. Bahkan banyak juga yang menonton hembusan asap yang menyembur dari puncak Gunung Agung.

Menurut sejarahnya, Gunung Agung sebelumnya pernah erupsi di tahun 1963 silam dan menelan ribuan korban jiwa. Selain itu juga mengakibatkan kerusakan yang cukup parah.

Gunung Agung meletus dahsyat
Gunung Agung meletus dahsyat di awal abad 17

Erupsi Gunung Agung di Bali ini sudah pernah terjadi ketika di awal abad ke-17. Masyarakat Bali percaya, gunung sakral ini tidak akan mencelakai mereka. Apalagi di kawasan ini ada Puri Besakih yang merupakan tempat digelarnya upacara adat yang berkaitan dengan Gunung Agung dan alam sekitarnya.

Salah satu upacara yang dilakukan adalah Eka Dasa Rudra yang dihelat setiap 100 tahun sekali. Ritual yang satu ini besar dan istimewa. Sehingga wajar jika ribuan masyarakat Bali serta perndeta-pendeta Hindu datang berbondong-bondong untuk memenuhi Puri Besakih yang ada di lereng gunung. Meskipun Gunung Agung kadang melontarkan abu, kerikil, dan juga pasir, tapi tidak menyiutkan nyali masyarakat untuk ke sana.

Dan tanpa disangka, siklus 100 tahun sekali ritual Eka Dasa Rudra ini bertepatan dengan hari-hari menjelang terjadinya letusan Gunung Agung tahun 1993 tersebut.

Ritual Eka Dasa Rudra ini berlangsung selama satu bulan dan dipersiapkan selama lebih kurang tiga bulan sebelumnya.

Letusan Dahsyat Gunung Keramat

Ketika terjadi letusan dahsyat tahun 1963, Gunung Agung dari hari ke hari semakin aktif sehingga pemerintah memerintahkan agar Puri Bekasih dikosongkan mulai tanggal 9 Maret 1963. Bahkan masyarakat yang bermukim di sekitarnya diminta untuk segera mengungsi.

Berawal dari tanggal 18 Februari 1963, dentuman keras terjadi yang juga disertai asap tebal. Aliran lahar pun keluar terus menerus selama beberapa pekan sejak enam hari setelah dentuman. Namun, tetap saja masih ada orang yang tetap bertahan dan menyelesaikan upacara Eka Dasa Rudra.

Benar saja. Persis di tanggal 17 Maret 1963, mendadak langit Pulau Dewata berubah gelap dan matahari tidak terlihat. Kemudian dari puncak gunung terdengar gemuruh yang menggelegar. Tentu saja masyarakat panik dan segera mengungsi. Hingga desas desus akan terjadi kiamat pun semakin membuat masyarakat tegang.

Pada puncak erupsinya, Gunung Agung menyemburkan abu vulkaniknya setinggi 10 meter ke udara. Gunung Agung pun memuntahkan lahar dingin yang menghancurkan banyak bangunan. Pekan-pekan setelahnya, letusan masih terus terjadi beberapa kali.

Dari peristiwa Gunung Agung meletus tahun 1963 ini, setidaknya menurut riset M.T. Zen dan Djajadi Hadikusumo dalam Bulletin Volcanologique (1964), disebutkan setidaknya ada 1500 korban jiwa diluar korban luka. Selain itu rumah-rumah dan bangunan banyak yang rusak parah, ternak, dan tanaman yang hangus terbakar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here