Gunung Tangkuban Perahu Dari Waktu Ke Waktu

0
25
gunung tangkuban perahu

Elahan.com, Gunung Tangkuban Perahu atau Tangkuban Parahu menjadi salah satu daya tarik wisata gunung di Jawa Barat yang paling terkenal. Banyak cerita mengenai terbentuknya gunung ini dan yang paling terkenal adalah legenda Sangkuriang yang telah dipercaya sebagai cikal bakal dari munculnya Gunung tersebut dan dipercayai oleh sebagian orang di wilayah Subang dan Bandung, Jawa Barat.

Dalam legenda ini diceritakan tentang seorang pria bernama Sangkuriang yang marah karena cintanya ditolak oleh Dayang Sumbi. Diceritakan jika Sangkuriang tidak menyadari bahwa Dayang Sumbi adalah ibunya karena ia terlihat cantik dan awet muda, sedangkan Dayang Sumbi pada awalnya tidak mengetahui jika pria yang sedang mendekatinya adalah Sangkuriang anaknya. Lambat laun Dayang Sumbi melihat bekas pukulan sendok nasi pada kepala Sangkuriang ketika ia tengah menyisiri rambutnya. Mengetahui hal itu Dayang Sumbi pun akhirnya mengatur siasat agar anaknya tak jadi menikahinya dengan menyuruh Sangkuriang membuat perahu dan danau dalam waktu semalam hingga matahari terbit dengan membendung aliran Sungai Citarum, kemudian Sangkuriang pun menyanggupinya.

Ketika Sangkuriang tengah membuat perahu-perahu besar untuk wanita yang dicintainya, Dayang Sumbi pun memohon kepada Dewa agar niat Sangkuriang tak terlaksana. Maka ia pun akhirnya membentangkan helai kain tenun berwarna putih diatas bukit di sebelah timur sehingga kain tersebut tampak bercahaya seperti cahaya matahari terbit, selanjutnya ia pun memukul alu ke lesung seolah-olah tengah menumbuk padi. Hal ini dilakukan untuk menakuti kawanan jin yang membantu Sangkuriang membuat perahu dan danau permintaan Dayang Sumbi. Karena hal ini Sangkuriang pun gagal menyelesaikan permintaan Dayang Sumbi sehingga membuat Sangkuriang gusar dan mengamuk. Perahu yang telah dibuat oleh Sangkuriang ini lalu ditendang ke arah utara dan jatuh dengan posisi telungkup dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu. Begitu legendanya.

Namun dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Van Bemmelen pada 1934 diketahui juga Tangkuban Perahu ini merupakan hasil dari letusan Gunung Sunda Pubra. Gunung Sunda meletus dengan hebat sekitar 50.000 tahun yang lalu. Besarnya ledakan gunung tersebut hingga akhirnya meninggalkan lubang besar dengan diameter 5 sampai 10 km. Lubang ini diberi nama kaldera Sunda. Di dalam kaldera Sunda ini terbentuk sebuah gunung baru yaitu Tangkuban Perahu.

Setelah terbentuknya gunung ini, selama hampir 200 tahun Gunung Tangkuban Perahu tak pernah meletus hebat. Hingga pada 1829 Tangkuban Perahu mengalami erupsi yang berdampak sangat luas. Akibat adanya erupsi gunung ini terjadi hujan abu serta batu dari Kawah Ratu dan Kawah Domas yang merupakan dua dari sembilan kawah yang berada di sekitar gunung ini.

Gunung Tangkuban Perahu
Erupsi Gunung Tangkuban Perahu

Dilansir dari situs resmi PVMBG telah terjadi puluhan kali erupsi yang berlangsung dalam kurun waktu tiga abad hingga sekarang. Tahun 1846 terjadi peningkatan aktifitas kawah yang salah satunya mengakibatkan terbentuknya fumarol atau lubang di dasar gunung pada 1896. Kemudian, Kawah Ratu kembali mengalami erupsi pada 1900,1910, dan 1926. Pada letusan kedua terlihat kolam asap setinggi 2 kilometer di atas dinding kawah. Sedangkan pada 1926 telah terjadi erupsi freatik di Kawah Ratu yang membentuk lubang baru.

Tahun 1935 terbentuk sebuah lubang dasar gunung baru (fumarol) dan menjadi kawah baru yang diberi nama Kawah Badak. 17 tahun kemudian terjadilah erupsi abu yang didahului oleh erupsi freatik.

Satu dekade Gunung Tangkuban Perahu tidak pernah beraktivitas lagi, hingga pada tahun 2004 hingga 2006 tercatat terjadi gempa yang diakibatkan aktivitas gunung. Di awal 2013 terlihat peningkatan aktivitas yang menghasilkan 11 kali letusan freatik selama 4 haru pada 5 hingga 10 Oktober 2013.

26 Juli 2019 Gunung Tangkuban Perahu terbangun dengan adanya aktivitas erupsi gunung yang menyemburkan abu setinggi 200 meter di ataspuncak beserta material dingin. Erupsi yang terjadi ini karena berkurangnya air tanah yang merupakan akibat dari perubahan musim sejak Juni 2019 sehingga air tanag yang tersisa menjadi panas dan mengakibatkan erupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here