Hampir Setahun, Harun Masiku Masih Juga Belum Ditemukan

0
5
Harun Masiku
Hampir Setahun, Harun Masiku Masih Juga Belum Ditemukan

Elahan.com, Lebih dari sebelas bulan, buron Komisi Pemberantasan Korupsi, Harun Masiku masih belum juga berhasil ditemukan. Mantan calon anggota legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu hingga kini masih juga belum tau dimana keberadaannya. Harun berhasil lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8 Januari 2020.

Saat itu, KPK hanya berhasil menangkap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan tujuh orang lainnya. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan Harun berada di luar negeri ketika terjadi OTT. Harun sempat melancong ke Singapura pada 6 Januari.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Arvin Gumilang pada 13 Januari menyebut Harun belum kembali ke Indonesia. Namun, faktanya Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari atau sehari sebelum KPK menggelar OTT.

Harun Masiku diduga memberi suap kepada Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Keimas yang lolos ke DPR dari Dapil Sumatera Selatan I, namun meninggal dunia. Ia diduga talah menyiapkan uang sekitar Rp850 juta agar bisa melenggang ke Senayan. KPU telah menetapkan Riezky Aprilia, kader PDIP lainnya sebagai pengganti Nazarudin.

Pada 7 Januari, KPU sudah menolak permohonan PDIP untuk menetapkan Harun menggantikan Nazarudin dan tetap memutuskan Riezky sebagai penggantinya. Untuk itu KPK menetapkan Harun, Wahyu Setiawan, mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka. Kasus ini juga turut menyeret nama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Sebulan hilangnya Harun, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan pihaknya terus berupaya mencari keberadaan mantan politikus PDIP itu. KPK lantas memasukkan nama Harun dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 27 Januari lalu dan juga meminta bantuan Polri untuk mencari pria kelahiran Ujung Pandang 21 Maret 1971 tersebut.

Firli mengklaim KPK telah menempuh sejumlah cara untuk memburu Harun. “Cari orang itu enggak gampang memang ya, itu sama dengan cari jarum dalam sekam,” kata Firli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 27 Januari.

Upaya KPK mencari Harun berlanjut dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Namun, langkah tersebut belum juga berbuah hasil. Di tengah perburuan tersebut, KPK membuka opsi untuk mengadili Harun secara tanpa kehadiran tersangka. Proses itu akan ditempuh jika sampai pelimpahan berkas perkara ke pengadilan Harun belum juga diketahui keberadaannya.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango juga berencana menambah anggota satgas agar pencarian maksimal. Lagi-lagi, Harun tak berhasil ditangkap. KPK seakan tak berkutik untuk membongkar lokasi persembunyian pria yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut.

Di tengah pencarian Harun, proses hukum terhadap tersangka lain tetap bergulir. Dalam kasus ini, Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsidair 4 bulan kurungan.

Kemudian Agustiani Tio Fridelina divonis 4 tahun penjara ditambah pidana denda yang sama dengan Wahyu. Sedangkan kader PDIP Saeful Bahri divonis 1 tahun 8 bulan dan denda Rp150 juta subsidair empat bulan kurungan. Saat para tersangka lain telah divonis bersalah, Harun Masiku masih menjadi misteri. Ia benar-benar tak terendus KPK, yang mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk menangkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here