Hari ini, Sidang Vonis Djoko Tjandra atas Kasus Surat Jalan Palsu

0
5
Djoko Tjandra
Hari ini, Sidang Vonis Djoko Tjandra atas Kasus Surat Jalan Palsu

Elahan.com, Sidang putusan atau Vonis atas terdakwa Djoko Tjandra atas kasus surat jalan dan dokumen palsu akan diadakan hari ini, Selasa (22/12/20) oleh Pengadilan Negeri  JakartaTimur. Tak hanya Djoko adapun vonis juga akan diputuskan untuk pengacaranya Anita Kolopaking dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

“Ya benar hari ini agenda sidang putusan kasus surat jalan palsu di PN Jaktim. Rencana jam 10 kaya biasanya,” kata Pengacaranya, Soesilo Aribowo.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kepada majelis hakim agar terdakwa dijatuhkan hukuman dua tahun penjara. Jaksa meyakini terdakwa  bersalah karena memalsukan surat jalan, surat bebas corona (Covid-19), serta surat rekomendasi kesehatan.

Adapun, alasan jaksa menuntut Djoko Tjandra dengan pidana dua penjara karena pertimbangan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal yang memberatkan yakni, terdakwa berbelit-belit dan tidak berterus terang dalam memberikan keterangan. Sedangkan yang meringankan, Jaksa menilai terdakwa telah berusia lanjut.

Dalam perkara ini, Djoko Tjandra didakwa bersama-sama dengan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo dan kuasa hukumnya saat itu Anita Dewi Anggraeni Kolopaking  atau Anita Kolopaking telah memalsukan  beberapa surat dan dokumen untuk kepentingan pelarian Djoko Tjandra. Anita dituntut dua tahun penjara dan Prasetijo dituntut 2,5 tahun penjara.

Pada siding sebelumya, Djoko melakukan pembelaan, Ia menilai kasus pemalsuan sejumlah surat yang menjeratnya merupakan titik nadir penderitaan. Ia mengatakan menjadi korban atas ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. Dia juga mengungkapkan dampak buruk permasalahan hukum sangat signifikan lantaran ia saat ini masih mempunyai tanggungan atas kelangsungan hidup keluarganya. Proses hukum itu pula, lanjut dia, menjadi faktor penghambat dirinya untuk bisa menghabiskan waktu dengan anak-cucu di rumah.

“Sekali pun begitu, di titik nadir penderitaan saya ini, saya tetap menaruh harapan kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan mengadili saya dalam perkara ini. Saya percaya Dewi Keadilan itu tidak mati,” ucap dia, Jumat (11/12).

Mengenai surat-surat yang dimaksud untuk memuluskan langkah Djoko Tjandra dalam mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juni 2020.

Ada pun PK yang dimaksud berkaitan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghukum Djoko dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta subsider 3 bulan kurungan atas kasus korupsi hak tagih Bank Bali. Hanya saja permohonan PK tersebut ditolak lantaran Djoko selaku Terpidana korupsi tidak pernah menghadiri setiap agenda sidang.

Selain dalam kasus surat jalan ini, Djoko Tjandra yang merupakan terpidana kasus cessie Bank Bali, pun menjadi terdakwa dalam perkara dugaan suap kepada jaksa dan perwira tinggi Polri serta pemufakatan jahat di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pada kasus ini, ikut menyeret pejabat di Kejagung Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Kadivhubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai terdakwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here