Hilangnya Nama Herman Hery dari Dakwaan Juliari Batubara

0
3
Herman Hery
Hilangnya Nama Herman Hery dari Dakwaan Juliari Batubara

Elahan.com, Nama Herman Hery hilang dari surat dakwaan eks Menteri Sosial, Juliari Batubara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19. Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu diduga meminjam bendera sejumlah perusahaan untuk memperoleh kuota pengadaan bantuan kebutuhan pokok.

Sejumlah perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Herman, mendapat kuota pengadaan bansos sebanyak 7,6 juta paket senilai Rp 2,1 triliun. Setelah sejumlah perusahaan itu menerima anggaran, mereka kemudian mentransfer sebagian besar uangnya ke rekening PT Dwimukti Graha Elektrindo, perusahaan milik Herman.

Menanggapi hilangnya nama Politikus PDIP itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara. Pelaksana Tugas Juru Bicara atau Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan bahwa surat dakwaan disusun berdasarkan fakta rangkaian perbuatan terdakwa sebagaimana hasil penyidikan yang tercantum dalam berkas perkara. 

“Alat bukti yang dimiliki KPK di antaranya saksi maupun alat bukti lain akan di paparkan Tim JPU di depan majelis hakim nantinya,” ujar Ali melalui pesan teks pada Kamis, 22 April 2021. 

Namun Ali menuturkan, KPK memastikan jika kemudian berdasarkan fakta di persidangan dapat disimpulkan adanya dugaan keterlibatan pihak lain, maka akan kami kembangkan lebih lanjut.  “Siapapun dapat ditetapkan sebagai tersangka sepanjang ditemukan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup, sekalipun tidak tertuang dalam bagian uraian perbuatan terdakwa di dalam surat dakwaan tersebut,” kata Ali. 

Dalam kasus perkara pengadaan bansos Covid-19, Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu diduga meminjam bendera sejumlah perusahaan untuk memperoleh kuota pengadaan bantuan kebutuhan pokok. Sejumlah perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengannya mendapat kuota pengadaan bansos Covid-19 sebanyak 7,6 juta paket senilai Rp 2,1 triliun.

Setelah sejumlah perusahaan tersebut  menerima anggaran, mereka kemudian mentransfer sebagian besar uangnya ke rekening PT Dwimukti Graha Elektrindo, perusahaan milik Herman. 

Sementara Herman sendiri membenarkan bahwa PT Dwimukti Graha Elektrindo menjalin kontrak dengan PT Anomali Lumbung Artha, salah satu penyedia bansos Covid-19. Namun dirinya mengklaim kontrak itu semata-mata urusan bisnis. Adapun perusahaan lain yang diduga terafiliasi adalah PT Anomali Lumbung Artha, PT Junatama Foodia Kreasindo, PT Mesail Cahaya Berkat, PT Integra Padma Mandiri, PT Cipta Mitra Artha, PT Famindo Meta Komunika dan PT Tara Optima Primagro.

Herman Hery memang jelas membantah keterlibatan dirinya dalam kasus korupsi pengadaan Bansos Covid-19 itu. Ia menyangkal dirinya yang mendapatkan 7 juta paket bansos dari Kemensos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here