Ini 3 Kasus Pencemaran Nama Baik di Sosial Media yang Viral

0
12
kasus pencemaran nama baik
Kasus pencemaran nama baik di Media Sosial yang viral.

elahan.com, Dunia sosial memang sedang marak di Indonesia. Setiap orang mulai dari masyarakat biasa hingga public figure bebas mengunggah apa saja serta menulis apa saja di laman sosial media mereka. Akan tetapi, belakangan ini juga berkat kebebasan berpendapat ada pula yang harus terjerat kasus pencemaran nama baik di sosial media akibat tulisan-tulisannya.

Berikut adalah sejumlah kasus pencemaran nama baik di sosial media yang terjadi pada public figure dan masyarakat biasa di Indonesia:

Kasus Ahmad Dhani

Musisi yang kini beralih profesi sebagai politikus ini harus mendekam di jeruji besi akibat ulahnya sendiri. Ahmad Dhani Prasetyo atau biasa disapa Ahmad Dhani ini menjalani sidang perdananya dalam kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis 7 Februari 2019.

Dalam sidang dakwaannya ini, jaksa menyebut jika Ahmad Dhani telah melanggap pasal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mengenai pencemaran nama baik.

Hal ini bermula ketika suami dari Mulan Jameela ini hendak menghadiri acara deklarasi 2019 Ganti Presiden pada 26 Agustus 2018 lalu. Acara yang bakal diselenggarakan di Tugu Pahlawan Surabaya ini pun gagal akibat adanya demo dari sejumlah warga. Ahmad Dhani yang saat itu menginap di Hotel Majapahit, Tunjungan, Surabaya ini tidak bisa keluar karena dihadang oleh pengunjuk rasa yang menolak adanya acara deklarasi tersebut.

Ahmad Dhani yang terjebak di dalam hotel ini kemudian membuat vlog. Dalam vlognya ini dirinya meminta maad kepada massa aksi 2019 Ganti Presiden karena tidak dapat keluar dari hotel. Selain itu, Ahmad Dhani juga mengatakan bahwa dirinya dihadang oleh pendemo pro pemerintah. Dhani pun turut mengucapkan kata ‘idiot’ dalam videonya.

Atas pernyataannya ini pun, kelompok yang mengatas namakan Koalisi Bela NKRI pun melaporkan Ahmad Dhani ke Polda Jawa Timur pada 30 Agutsus 2018. Kelompok tersebut merasa bahwa Dhani telah melakukan pencemaran nama baik

Meski Dhani telah membatah bermaksud mengatai pendemo sebagai orang idiot pada pemeriksaan pertama di Mapolda Jawa Timur, dirinya pun akhirnya ditetapkan menjadi tersangka pada 18 Oktober 2018. Polisi mengatakan jika dirinya menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status Ahmad Dhani menjadi tersangka dan kini dirinya harus menerima hukuman penjara elama 1 tahun.

Kasus Augie Fantinus

Selain terjadi pada politisi, rupanya kasus pencemaran nama baik di sosial media juga melibatkan artis tanah air dan salah satunya adalah Augie Fantinus.

Kasus ini bermula ketika Auigie yang menggemari bola basket perhi ke Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Kemudian, dirinya ditawari tiket pertandingan basket kursi roda Asian Para Games 2018 oleh seorang polisi.

Kasus pencemaran nama baik
Augie terjerat kasus pencemaran nama baik atas tuduhan polisi yang menjadi calo tiket di ajang pertandingan bola basket kursi roda di Asian PAra Games 2018.

Tawaran polisi untuk membeli tiket pun dianggap Augie sebagai sebuah tindakan yang tak seharusnya dilakukan dan dirinya pun menuding polisi tersebut telah menjadi calo tiket.

Augie pun mengunggah video dalam sosial media pribadinya, dan dalam video tersebut terlihat ada dua polisi yang mengenakan baret biru. Salah satu diantaranya ini berpangkat Inspektur Dua. Terlihat juga seseorang mengenakan pakaian official Inapgoc.

Ketika Augie mengkonfrontir kedua polisi dan sang petugas official pun tak ada satu pun yang menanggapi. Augie yang geram saat ini turut memention sejumlah pihak melalui videonya seperti Menpora saat itu Imam Nahrowi hingga Presiden Jokowi.

Namun, ungggahan tersebut berujung pada bui. Augie divonis 5 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akibat kasus pencemaran nama baik melalui media sosial yang ditujukan kepada polisi.

Kasus Himma Dewiyana

Himma Dwiyana merupakan seorang dosen di Universitas Sumatera Utara yang ditetapkan polisi sebagai tersangka pencemaran nama baik atas status yang diunggahnya di media sosial Facebook.

Menurut Himma, status yang diunggah di akun sosial media miliknya bukanlah dibuat olehnya. Ia mengaku hanya menyebarkan status yang berbunyi “3 bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu” Seknario pengalihan yg sempurna….#2019GantiPresiden”.

Itu adalah sejumlah kasus pencemaran nama baik di media sosial. Alangkah baiknya pengguna sosial media lebih bijak dalam membagikan tulisan, foto, atau video. Jika melanggar aturan bisa terkena sanksi UU ITE yang sudah di atur oleh negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here