Ini Fakta Larangan Cadar dan Celana Cingkrang Oleh Kemenag

0
8
celana cingkrang
Muncul polemik terkait rekomendasi kementerian agama yang melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang.

elahan.com, Setelah pelantikan menteri baru mulai bermunculan sejumlah peraturan-peraturan baru yang dibuat oleh menteri yang baru dan salah satunya datang dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan jika Aparatur Sipil Negara atau ASN yang mengenakan celana cingkrang dan cadar merupakan hal yang tidak sesuai dengan aturan. Walau tak dipersoalkan dari segi agama, Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju ini menyebut larangan cadar dan celana cingkrang ini mengacu pada tata cara berpakaian ASN yang diatur.

Munculnya peraturan ini membuat sejumlah pihak melayangkan kritik, hal ini pun datang dari berbagai elem masyarakat, mulai dari pengemuka agama hingga Komnas HAM. Berikut adalah sejumlah fakta terkait larangan cadar dan celana cingkrang di lingkungan ASN:

Larangan Mengenakan Cadar dan Celana Cingrang Hanya di Lingkungan Kemenag

Dilansir dari Tempo.co, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengatakan adanya larangan mengenakan celana cingkrang dan cadar oleh ASN ini hanya berlaku di lingkungan Kementerian Agama saja dan dirinya pun meminta agar pihak lain tak menanggapinya secara berlebihan.

Pelarangan Cadar Untuk Ketertiban dan Kedisiplinan

Terkait pelarangan ini, Zainut Tauhid mengatakan jika hal ini hanya sebatas untuk penertiban dan penegakan disiplin pegawai di lingkingan Kementerian Agama saja. Zainut juga menambahkan jika langkah peneriban dan penegakan disiplin ini merupakan tindakan yang wajar dan bagian dari tugas pembinaan ASN agar mematuhi atuiran yang ditetapkan. Baginya, pelarangan ini tidak perlu dikaitkan dengan pelanggaran hak privasi seseorang, aplagi dengan kebebasan beragama.

Selain itu, Zainut mengatakan jika ketentuan berseragam ASN, Polri, dan TNI ini telah ada dan sudah ditetapkan serta mengindahkan nilai estetika, etika, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama sehingga ketentuan itu pun harus ditaati oleh semua ASN.

Kritik Dari Sejumlah Pihak

Larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan Kementerian Agama ini menuai polemik dan mendapatkan sejumlah kritikan. Mulai dari tokoh agama hingga Komnas HAM.

  • Ustaz Yusuf Mansur
Ustaz Yusuf Mansur mengkritisi soal rekomendasi Kemenag soal larangan cadar dan celana cingkrang.

Menanggapi adanya wacana pelarangan mengenakan cadar dan celana cingkrang bagi ASN, Ustaz Yusuf Mansur pun ikut mengkritisi. Baginya, dalam kehidupan pasti ada banyak perbedaan dan bisa datang dari berbagai aspek, seperti agama, budaya, dan lainnya. Dari sana pun dapat muncul perselisihan, baik soal paham, pendapat, cara pandang, hingga cara berpakaian.

Yusuf mansur juga menamhkan, tak elok bila melihat adanya perbedaan ini lalu menggeneralisir dengan satu dasar misalkan kecurigaan, dengan dasar kekhawatiran. “…..misalnya berkaitan dengan cadar, nikab, dan celana cungkring yang dikhawatirkan, misalnya terjadi dari sana radikalisme…terjadi bahaya unsur kemanan, dan lain sebagainya menurut saya tidaklah tepat.” Jelas Yusuf Mansur.

Menurutnya, soal celana yang cingkrang atau agak ngatung, merupakan gaya berpakaian sekarang memang demikian, pria kini mengenakan celana panjang di atas mata kaki. Berkaitan pelarangan cadar, menurutnya ini juga tidak bisa dilarang karena hal ini berkaitan dengan keyakinan seseorang.

  • Komnas HAM

Menanggapi kontroversi larangan cadar dan celana cingkrang di lingkungan ASN, Komnas HAM mengingatkan soal hak mengekspresikan atribut sesuai dengan agama yang diyakini.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengingatkan pejabat negara, bahwa kewajiban negara adalah menghormati serta melindungi hak asasi dan kemerdekaan individu, termasuk kemerdekaan untuk mengekspresika apa yang diyakini ajaran agamanya.

Setelah munculnya sejumlah kritikan dan ramai dibicarakan, Menteri Agama Fachrul Razi membantah melarang penggunaan cadar bagi aparatur sipil negara (ASN) wanita. Ia berdalih hanya sebatas memberikan masukan saja.

Menurutnya, Menteri Agama tidak berhak untuk mengeluarkan larangan, namun hanya bisa memberikan rekomendasi. Ia memberikan rekomendasi bahwa tidak ada ayat-ayat yang menguatkan wanita harus mengenakan cadar dan juga tidak ada ayat yang melarang.

Fachrul juga menambahkan, apabila ada instansi yang memberlakukan aturan larangan memakai cadar dan celana cingkrang ini merupakan urusan instansi tersebut, dan bukan ranah Kementerian Agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here